Home POLDA SULAWESI SELATAN POLRES SOPPENG Kapolres Soppeng Release Ungkap Kasus Akhir Ramadhan 1438 H

Kapolres Soppeng Release Ungkap Kasus Akhir Ramadhan 1438 H

0

Polres Soppeng – Kapolres Soppeng Akbp Indra Lutrianto Amstono didampingi Wakapolres Soppeng Kompol Catur Budi Susilo Kasat Reskrim Polres Soppeng Akp Ahmad Rosma dan Kasubbag Humas Polres Soppeng secara resmi menggelar press release pengungkapan kasus curanmor (Pencurian kedaraan motor), curat (pencurian dengan pemberatan), curas (Pencurian dengan kekerasan) dan perjudian di Aula Patria Tama Polres Soppeng, Kamis (22/06/17).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah awak media dengan menghadirkan 8 Orang yang resmi berstatus tersangka hasil pengungkapan Kasus 3C (Curanmor, Curat dan Curas) dan Perjudian oleh Sat Reskrim Polres Soppeng.

Kedelapan orang tersangka yang dihadirkan dalam Press release tersebut masing – masing Lelaki R warga Paomallimpoe Desa Belo kasus curat, Lelaki SW warga Makassar dengan Kasus curat, sementara Lel NS, KR, HR, IM, MT, AW, tersangka kasus Perjudian

Lanjut Kapolres Soppeng mengungkapkan R (37) diamankan di Bungoro Kab. Pangkep, SW (24) diamankan di Kab. Barru dan sementara NS (58), KR (56), HR (43) diamankan saat bermain judi di Desa Barang Kec. Liliriaja dan IM (57), MT (47), AW (44), diamankan di Bila Kec. Lalabata Kab. Soppeng juga saat tengah bermain judi.

Terkait pertanyaan beberapa awak media Kapolres Soppeng menjelaskan ada beberapa yang masih buron yang sementara dalam pengejaran petugas yaitu Lelaki BL, KN, CN, AR rekan dari Lel R, sementara Lelaki HD, AJ, Per UC, DW rekan dari Lelaki SW. dan Kasus Perjudian yaitu Lelaki CD TKP Kel. Bila Kec. Lalabata Soppeng.

“Ini atensi Bapak Kapolda Sulsel dalam pemberantasan 3C khususnya di wilayah hukum Polres Soppeng.

Kapolres Soppeng menambahkan ancaman hukuman dari kedelapan orang tersangka masing masing berbeda, maksimal 9 tahun untuk Curas , dan untuk Kasus perjudian Maksimal 10 Tahun.

Dihadapan awak media Kapolres Soppeng membeberkan jumlah keseluruhan barang bukti yang disita petugas

Kasus Curas uang tunai total Rp.19.000.000 , 2 buah Cincin emas 23 Karat, 3 Unit HP dan Surat – surat berharga lainnya, sementara Kasus perjudian dengan barang bukti Uang Tunai Rp. 467.000. beserta 1 Set Kartu domino dan 6 Botol minuman keras dan 1 Jerigen Miras Tradisional.

Faktor apa yang menyebabkan tindakan kriminalitas seperti pencurian, perampokan, pencopetan, jambret dan lainnya dari aspek sosial-psikologi adalah faktor endogen dan eksogen. Faktor endogen adalah dorongan yang terjadi dari dirinya sendiri. Jika seorang tidak bijaksana dalan menanggapi masalah yang barang kali menyudutkan dirinya, maka kriminalitas itu bisa saja terjadi sebagai pelampiasan untuk menunjukan bahwa dialah yang benar.

Sementara faktor eksogen adalah faktor yang tercipta dari luar dirinya, faktor inilah yang bisa dikatakan cukup kompleks dan bervariasi. Kesenjangan sosial, kesenjang ekonomi, ketidak-adilan dan sebagainya, merupakan contoh penyebab terjadinya tindak kriminal yang berasal dari luar dirinya.

Pengaruh sosial dari luar dirinya itu misalnya, ajakan teman, tekanan atau ancaman pihak lain, minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang yang membuat ia tidak sadar. Hawa nafsu yang sangat hebat dan kuat, sehingga dapat menguasai segala fungsi hidup kejiwaan. Sebab pengaruh ekonomi misalnya karena keadaan yang serba kekurangan dalam kebutuhan hidup, seperti halnya kemiskinan akan memaksa seseorang untuk berbuat jahat.

Kemiskinan merupakan penyebab dari revolusi dan kriminalitas. Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok. Selain itu, faktor seseorang mencuri karena adanya kesempatan untuk menjadi pencuri.

Faktor lain sehingga seseorang mencuri, mencopet atau melakukan tindak kriminalitas adalah kehendak ingin bebas, keputusan yang hedonistik, dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial. Termasuk juga atavistic trait atau sifat-sifat anti-sosial bawaan sebagai penyebab perilaku kriminal. Faktor lainnya adalah hukuman yang diberikan pada pelaku tidak proporsional atau tidak memberikan efek jera.

Kriminalitas tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini. Adapun yang bisa dilakukan hanya mengurangi terjadinya aksi kriminal, melalui tindakan-tindakan pencegahan. Membatasi kesempatan seseorang bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal untuk mencuri.

Kalau pencuri akan melewati pintu masuk dan kita sudah menguncinya, tentunya cara itu termasuk mengurangi kesempatan untuk mencuri. Jika seseorang pelaku aksi jambret atau copet mengambil sesuatu dari diri kita tanpa diketahui, sebaiknya menyimpan sesuatu (barang pada posisi yang mudah kita lihat, ini merupakan cara untuk mengurangi/menghindari terjadinya aksi kejahatan pada diri kita.

SHARE