Home Informasi Serta Merta Cegah Peredaran Narkoba, Kades Ini Larang Warganya Gelar Hiburan Malam Remix Orgen...

Cegah Peredaran Narkoba, Kades Ini Larang Warganya Gelar Hiburan Malam Remix Orgen Tunggal

0
Untuk Mencegah Peredaran Narkoba, Kades Ini Melarang Warganya Gelar Hiburan Malam Remix Orgen Tunggal

Polda Sumsel – Usai melaksanakan kegiatan upacara dalam rangka peringatan hari anti narkoba Internasional (HANI) tahun 2017, yang berlangsung di halaman perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, di Kompleks Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Inderalaya, pada Senin pagi (17-7-2017) sekira pukul 08.00 wib, Herian SE, MM (39), Kepala Desa (Kades) Serijabo Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten OI.

 

Meraih penghargaan P4GN dari Badan Narkotika Kabupaten Ogan Ilir (BNK OI) yang bekerjasama dengan pemerintah setempat. Penghargaan P4GN merupakan penghargaan yang diberikan meliputi program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di tingkat aparatur desa dalam lingkungan Kabupaten OI.

 

Dari 241 desa se-Kabupaten OI, Desa Serijabo Kecamatan Sungai Pinang lah yang terpilih dan meraih penghargaan P4GN. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Bupati OI melalui Sekda H Herman SH, MM dan didampingi Kepala BNK OI AKBP Abdul Rahman. Herian bercerita, dia merupakan putra asal Kota Lahat dan belum menetap di Desa Serijabo.

 

Pada saat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Desa Serijabo Kabupaten OI, ia ikut mencalonkan diri, terpilih dan dilantik. Usai dilantik, kita langsung bertindak cepat dengan melibatkan unsur karang taruna, ketua RT, dan Kepala Dusun, untuk menggelar kegiatan sosialisasi akan bahayanya narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba), ujar Herian, pada Senin (17-7-2017).

 

Disamping kegiatan sosialisasi yang digalakkan, pihaknya juga melarang diadakannya arena hiburan malam “remix” orgen tunggal, khususnya pada malam hari.

 

Mengapa kita berikan tindakan pelarangan musik remix pada malam hari, khususnya di Desa Serijabo? Karena dengan berlangsungnya aktivitas seperti itu, tentu akan dapat mengundang terjadinya peredaran gelap narkotika jenis obat-obatan terlarang.

 

Maka dari itu, kita cegah sedini mungkin jangan sampai masuknya peredaran narkoba di Desa Serijabo, tegas alumnus S2 Universitas Tridinanti Palembang ini seraya menyebut jika pun sudah dilarang namun masih menggelar hiburan remix maka pihaknya akan melakukan penutupan paksa arena orgen tunggal tersebut dengan melibatkan pihak berwajib.

 

Tapi, alhamdulillah warga mendukung. Kendati ada satu dua pihak yang tak berkenan. Akan tetapi itu bisa kita atasi, tambahnya.

 

Ia menambahkan, selain kegiatan sosialisasi dan pencegahan akan bahayanya narkotika, pihaknya telah membawa satu orang warganya Desa Serijabo yang terindikasi pecandu berat narkoba. Melalui kesepakatan pihak keluarga, dia kita serahkan ke BNK OI. Lalu oleh pihak BNK dibawa ke panti rehabilitasi narkoba yang ada di Lampung, tambah Herian.

 

Saat disinggung mengenai apa program kedepan di Desa Serijabo, Herian mengatakan, melalui penyediaan anggaran dana desa yang telah digelontorkan oleh pemerintah pusat, di Desa Serijabo, ada tiga aspek yang perlu dioptimalkan. Pertama aspek sosialisasi penyalahgunaan narkoba, penertiban kependudukkan dan penertiban wilayah.

 

Aspek penertiban kependudukan dimulai dari pendataan ulang warga. Contohnya, warga yang pindah, meninggal, dan warga yang baru lahir.

 

Kemudian dari pada itu, yakni penertiban letak wilayah yang saat ini masih bersengketa antara Desa Kota Daro I Kecamatan Rantau Panjang dengan Desa Serijabo kecamatan Sungai Pinang. Tahapannya saat ini proses ditata pemerintahan Pemda Kabupaten OI, ujar Herian.

SHARE