Home Informasi Serta Merta Enam Pekerja China Digaruk Dari Lokasi Pekerjaan Jalan Tol Kayuagung

Enam Pekerja China Digaruk Dari Lokasi Pekerjaan Jalan Tol Kayuagung

0
Enam Pekerja China Digaruk Dari Lokasi Pekerjaan Jalan Tol Kayuagung

Polda Sumsel – Sebanyak 6 orang warga negara asing (WNA) berkebangsaan China yang bekerja sebagai tenaga kontruksi pembangunan jalan tol Pematang Panggang-Kayuagung, Palembang, Sumatera Selatan, pada PT Goetek  subkontraktor PT. Waskita Karya, diamankan Sat Intel Kodim 0402/OKI di Desa Sedo Mukti Kecamatan Mesuji OKI. Keenam WNA yang diamankan, Senin (24-7-2017), tersebut yakni, CL (28), ZL  (35), SZ (34), ZWW (27), YB (29), dan ZZ (27).

 

Mereka dibawa dari lokasi kerja ke Makodim, karena tak dapat menunjukan kelengkapan visa kerja. Setelah dimintai keterangan, Lalu, mereka dibawa ke kantor Imigrasi Palembang. Dandim 0402 OKI/OI Letkol Inf Seprinizar mengatakan, apa sebab tenaga kerja asing ini diamankan, karena mereka jelas ilegal masuk wilayah OKI, Indonesia.

 

Karena mereka tak memiliki visa kerja. Demikian, Intel Kodim mempunyai kewenangan dalam melakukan pengawasan terhadap warga asing yang ada di wilayah kerja masing-masing.

 

Mereka kita amankan setelah kita mendapat informasi bahwa ada pekerja asing yang dicurigai tidak lengkap izinnya, setelah kita cek ternyata benar, kemudian mereka kita amankan ke Makodim, kata Dandim.

 

Menurut Letkol Inf Seprinizar dari hasil pemeriksaan kodim menurut pihak perusahaan untuk CL dan ZZ mengaku sudah ada kelengkapan visa kerjanya tetapi ada di kantor Jakarta. Tetapi itulah keterangan perusahaan, selanjutnya kami serahkan ke imigrasi untuk pemeriksaan dokumennya, perusahaan lain tetap akan kita awasi tanpa kecuali, tegas Dandim.

 

Kepala Kantor Imigrasi Palembang Budiono Setiawan melalui Subseksi pengawasan, Widio Sandhi mengatakan, pihaknya sudah menerima penyerahan dari Kodim 0402  OKI.

 

Selanjutnya kita amankan dan kita periksa lebih lanjut, kalo terbukti memang mereka menyalahi aturan selanjutnya akan dideportasi, mengenai ada dua orang yang katanya  ada dokumennya itu belum bisa mereka tunjukkan, sehingga tetap kita amankan, jelasnya.

 

Lukisman dari Kesbangpolinmas OKI mengatakan, selama ini pihaknya sudah cara rutin meminta data kepada perusahaan yang mempekerjakan warga asing. Mereka ini belum masuk dalam data kami, menurut mereka baru seminggu bekerja, untuk penindaknya itu kewenangan Imigrasi, kedepan kita akan data lagi WNA yang bekerja di OKI jangan sampai mereka masuk secara ilegal, jelasnya.

 

Kabid Penempatan dan pengawasan, Disnakertrans OKI, Fredi menambahkan, bahwa berdasarkan data yang masuk, ada sebanyak 38 perusahaan di OKI yang menggunakan tenaga kerja asing. Untuk 6 orang ini memang belum dilaporkan ke disnakertrans, kami himbau perusahaan yang memakai tenaga asing harus lapor, sebelum diamankan seperti ini, tandasnya.

SHARE