Home Informasi Serta Merta Harus Ada Dipa, Gedung Pelayanan Sertifikasi Masih Disegel

Harus Ada Dipa, Gedung Pelayanan Sertifikasi Masih Disegel

0
Harus Ada Dipa, Gedung Pelayanan Sertifikasi Masih Disegel

Polda Sumsel – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Pol Agung Budi Maryoto, M.Si sangat menyayangkan aksi pungutan liar (pungli) sertifikasi tunjangan profesi guru yang dilakukan oleh oknum staf bahkan pejabat Dinas Pendidikan (Diknas) Sumsel.

 

“Sebenarnya sertifikasi ini bagus untuk mendata kualitas para guru. Tapi yang tidak bagus, guru-guru yang jauh dari Lahat, Pagaralam dan lainnya malah dimintai uang.

 

Belum nginapnya dan semua itu pakai uang sendiri, tidak mungkin pakai uang jalan. Itu yang kita sayangkan, katanya, pada Sabtu (22-7-2017).

 

Menurut Kapolda Sumsel, kalau memang kegiatan sertifikasi guru itu memerlukan anggaran, harusnya dibuatkan rencana anggaran. Masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)-nya Disdik, supaya pegawai-pegawai tidak melakukan pelanggaran.

 

Atau jika belum ada segera ajukan ke pemerintah agar kasus serupa tidak terjadi lagi. “Ini tahun depan harus dianggarkan di DIPA-nya Disdik. Sebab untuk mengurus itu harus ada Dipa-nya sehingga tidak ada lagi pungutan, jelasnya.

 

Setelah menetapkan tiga tersangka, ditegaskan Agung, pihaknya akan terus melakukan proses penyelidikan dan pendalaman terhadap kasus ini. Untuk itu, kepolisian pun masih melakukan penyegelan di TKP, yakni di gedung Pelayanan Sertifikasi Disdik Sumsel, guna mencari bukti-bukti baru ataupun keterlibatan oknum pegawai lainnya.

 

Kepolisian baru akan melepaskan segel setelah semua personel selesai mengamankan barang bukti. “Sebetulnya ini jadi pembelajaran, agar jangan seperti itu lagi.

 

Sebab kebanyakan penghasilan guru juga pas-pasan dan ini dimintai pula. Bagaimana ke murid nanti?. Nanti malah urun-urunan (pungli) lagi, ujarnya.

 

Pantauan dilapangan kemarin, tidak ada aktifitas dari pemeriksaan di ruang penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel. Tiga tersangka, yakni Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Pendidik (PTK), SE, dan Kasi PTK SMA KU, serta A selaku Staf Pendidik dan Tenaga Pendidikan, sudah mendekam di rumah tahanan Polda Sumsel.

SHARE