Home Informasi Serta Merta Melihat Ibunya Digiring Ke Sel Tahanan BNN, Bocah Laki-Laki Ini Berteriak Histeris...

Melihat Ibunya Digiring Ke Sel Tahanan BNN, Bocah Laki-Laki Ini Berteriak Histeris Dan Menangis

0
Melihat Ibunya Digiring Ke Sel Tahanan BNN, Bocah Laki-Laki Ini Berteriak Histeris Dan Menangis

Polda Sumsel – Ungkap kasus sabu seberat 4 Kg di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan, pada Senin (17-7-2017) mendadak berubah sedih sekaligus haru.

 

Ketiga tersangka yang merupakan kaum hawa yakni NH, SA dan NN terus menangis sambil tertunduk ketika dihadirkan di muka umum.

 

Suasana haru semakin menjadi-jadi tatkala tangisan anak laki-laki SA pecah ketika melihat ibunya digiring petugas saat masuk kembali ke sel tahanan.

 

Bocah laki-laki yang mengenakan celana pendek itu berlari sambil berteriak memanggil ibunya.

 

SA akhirnya memeluk anaknya tersebut untuk menenangkannya. SA mengaku dia datang ke Palembang bersama anak laki-lakinya untuk berlibur, setelah diajak oleh bibinya yang kini masih buron. Dia tidak mengetahui, jika bibinya datang ke Palembang untuk mengambil sabu 4 kilogram ke Palembang yang dibungkus di dalam plastik teh Cina.

 

Kami ke sini cuma mau liburan itulah kenapa saya bawa anak. Jadi saya tidak tahu kalau bungkus teh dari CE (bibi) itu merupakan sabu, ujarnya sambil menangis terisak.

 

Ia menerangkan, dari Aceh menuju ke Palembang ia diajak bibinya menggunakan transportasi darat bus kota. SA pun tak menyangka jika kejadian itu menimpa dia dan anaknya yang masih kecil hingga batal untuk berlibur ke Palembang.

 

Saya tidak tahu menahu mengenai sabu ini. Kami cuma bawa baju saja dari kampung karena mau liburan, katanya.

 

Kepala BNN Provinsi Sumsel, Brigjen Pol Antoni Hutabarat menjelaskan, penangkapan tersebut berlangsung pada Sabtu (15-7-2017) kemarin.

 

Awalnya pada satu pekan lalu, mereka mendapatkan informasi jika ada pengiriman sabu berjumlah besar yang akan masuk ke Palembang.

 

Kita menangkap NN dan NH pasturi dari Jawa Timur, saat turun dari bus. 

 

Sabu itu dimasukkan di dalam tas yang dibungkus dalam teh Cina, kata Antoni.

 

Setelah dilakukan pemeriksaan, NN dan NH mengaku diperintahkan oleh AS (DPO) untuk menyerahkan sabu tersebut kepada SA dan ID yang menginap di salah satu hotel kawasan Jalan Kolonel Atmo Palembang.

 

NN dan NH akan menyerahkan sabu itu kepada SA dan ID untuk dibawa lagi ke Bali, ucap Antoni.

 

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, AKBP Amazon mengatakan untuk sementara keempat tersangka ini ditetapkan sebagai kurir diancam pasal 112, pasal 114 dan pasal 132 yang ancamannya penjara seumur hidup.

 

Mereka ini jadi tugas sebagai kurir. Untuk hukuman maksimalnya hukuman mati, terang dia.

SHARE