Home Informasi Serta Merta Mengaku Suporter Sriwijaya FC, Lempar Pengendara Pakai Batu Dan Rampas Motor

Mengaku Suporter Sriwijaya FC, Lempar Pengendara Pakai Batu Dan Rampas Motor

0
Mengaku Suporter Sriwijaya FC, Lempar Pengendara Pakai Batu Dan Rampas Motor

Polda Sumsel – Empat dari 10 pelajar yang kesemuanya masih di bawah umur yakni NR (13), PA (15), PYI (14) dan MLR (15), terpaksa diamankan anggota Reserse Kepolisian Sektor Sukarame Palembang, Sumatera Selatan, pada Selasa (18-7-2017).

 

Mereka yang mengaku sebagai anggota salah satu kelompok suporter Sriwiajaya FC ini ditangkap akibat ulahnya melempari pengendara motor pakai batu, di Jalan H Burlian, tepatnya di depan JM Store Sukareme Palembang, pada Jumat (14-7-2017) lalu, sekira pukul 24.00 wib.

 

Ironis, salah satu oknum pelaku (Daftar Pencarian Orang) mengambil motor korban yang terjatuh akibat lemparan itu dan dibawa kabur bersama lima pelaku lainnya yang masih buron. Dari data yang dihimpun Sripoku.com, 10 remaja ini sengaja berkumpul usai menyaksikan pertandingan Sriwijaya FC vs PS TNI di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

 

Mereka bermufakat ingin balas dendam dengan salah satu kelompok suporter lainnya, yang dianggap telah melempari mereka terlebih dahulu di sekitar jalan KM 5 Palembang.

 

Kami dilempari batu lebih dulu. Jadi kami dendam dan balas dio. Aku keciren dengan motornya, ucap MLR saat ungkap kasus di Mapolsek Sukarame Palembang, pada Selasa (18-7-2017). Keempatnya mengaku melakukan aksi pelemparan itu secara spontan dan tidak ada niat untuk mengambil motor korban.

 

Baru sekali inilah pak, tidak ada yang menyuruh. Tidak ada pimpinan, jawab mereka kompak. Sementara Kapolsek Sukarami Palembang, Kompol Khalid Zulkarnain melalui Kanit Reskrim Sukarami Iptu Marwan mengatakan keempat remaja yang diamankan ini akan disangkakan tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

 

Modusnya, mereka melempari pengendara motor yang lewat di jalan raya dan saat korban terjatuh, lalu motornya diambil. Mereka ini ngakunya suporter bola.

 

Status, paling kecil kelas 7 SMP, jelasnya. Dikatakan, sejauh ini baru ada satu laporan warga yang menjadi korban. Namun, pihaknya akan melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap keenam pelaku lainnya yang masih belum tertangkap.

 

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan adalah bongkahan batu yang digunakan pelaku untuk melempari korban. Pelaku ini akan kita kenakan Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya bisa sampai 12 tahun penjara, ujarnya.

SHARE