Home Informasi Berkala Terungkap, Setelah Korban Meninggal Tersangka Kembali Masukkan Anunya Sampai 2 Kali

Terungkap, Setelah Korban Meninggal Tersangka Kembali Masukkan Anunya Sampai 2 Kali

0

 

Terungkap, Setelah Korban Meninggal Tersangka Kembali Masukkan Anunya Sampai 2 Kali

Polda Sumsel – Tersangka inisial IB (32), tersangka kasus pencabulan hingga menewaskan korban dengan memasukkan ke dalam karung, korban inisial NFP (8), jalani rekonstruksi di Polresta Palembang, pada Rabu (19-7-2017).

 

Dari rekonstruksi yang digelar diperlihatkan tersangka bersama tersangka lainnya AN (19) melakukan aksi bejatnya mulai dari memanggil bocah perempuan itu masuk ke dalam rumah sampai menggagahi korban. Di sana terlihat tersangka memaksa korban masuk ke dalan kamar.

 

Setelah korban tak berdaya, kemudian tersangka membuka celananya lalu memasukkan kemaluannya. Usai tersangka mencapai klimaks kemudian kembali melakukan aksinya dengan memasukkan tiga jari ke anus korban.

 

Kendati telah tewas dan mencapai klimaks pertamanya, tersangka masih melakukan aksi bejatnya saat korban sudah tak bernyawa.

 

Sudah pertama saya keluar 15 menit. Kemudian saya masukkan lagi kemaluan sampai sekitar lima menit hingga klimaks ke dua, ujar tersangka.

 

Setelah puas melakukan aksinya, kemudian tersangka memasukkan jasad korban ke dalam karung yang diambilnya dari kamar sebelah.

 

Lalu jasad korban yang telah dimasukkan di karung disembunyikan di bawah tempat tidur. Dari proses memanggil korban hingga memasukkan dalam karung total Ican menjalani 21 adegan. Pihak keluarga dan warga Lrg Aman Kelurahan Kertapati Kencong Palembang, yang datang langsung pun nampak geram melihat aksi bejat tersangka terlebih ia tak menunjukkan rasa bersalah.

 

Pihak keluarga nampak kesal dan hendak masuk ke ruangan rekonstruksi. Beruntung hingga rekonstruksi berjalan lancar. SU (57), nenek korban yang melihat rekonstruksi pun tak hentinya menitikan air mata melihat tersangka menggagahi korban hingga tega memasukkannya ke dalam karung.

 

Didampingi pihak keluarga SU coba ditebarkan. Dengan tisu ditangan ia beberapa kali mengelap air mata yang menetes dari kedua bola matanya. Dia ini sudah menewaskan cucu saya. Kami harap polisi memberikan hukuman seberat-beratnya yakni hukuman mati.

 

Karena ini perbuatan keji, harapnya. Kasatreskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengatakan proses rekonstruksi merupakan bagian dari penyidikan untuk selanjutnya melengkapi data yang akan dilimpahkan ke kejaksaan.

 

Jadi rekon ini untuk melengkapi berkas perkara maka akan dilanjutkan ke kejaksaan, katanya.

 

Untuk pasal yang dikenakan, tersangka akan dikenakan pasal berlapis perlindungan anak dan pembunuhan berencana terhadap korban.

 

Ada dua pasal kita kenakan. Ancaman hukuman mati, tegas dia.

SHARE