Home Informasi Berkala 24 Pekerja LRT Asal Tiongkok Diamankan Direktorat Intelkam Polda Sumsel

24 Pekerja LRT Asal Tiongkok Diamankan Direktorat Intelkam Polda Sumsel

0
24 Pekerja LRT Asal Tiongkok Diamankan Direktorat Intelkam Polda Sumsel

Polda Sumsel – Sebanyak 24 Warga Negara Asing (WNA)  asal Tiongkok diamankan anggota Direktorat Intelkam Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, karena diduga tidak memiliki dokumen visa kerja untuk bekerja di Indonesia, pada Jumat (28-7-2017). Semua WNA ini diketahui bekerja dalam proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang.

 

24 orang WNA asal Tiongkok tersebut ditangkap karena diduga tidak memiliki dokumen visa kerja, tapi hanya menggunakan visa kunjungan, kata Direktur Intel dan Keamanan Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Hariyadi.

 

Dikatakan, ke 24 imigran asal Tiongkok ini berstatus sebagai karyawan PT China Harbour Indonesia, yang merupakan subkontraktor dari PT. Waskita Karya selaku kontraktor utama pembanguan LRT Palembang.

 

Aksi mereka jelas menyalahi aturan dan akan diproses lebih lanjut. Untuk itu, pihaknya menyerahkan ke 24 imigran ke Kantor Imigrasi Palembang.

 

Kita sudah serahkan ke Imigrasi Palembang, katanya. Terpisah, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Palembang, Jompang membenarkan, telah menerima WNA asal Tiongkok yang diamankan polisi. Pihaknya telah menerima tiga orang WNA yang diamankan oleh Intelkam Polda Sumsel, sedangkan sisanya sedang dalam perjalanan dibawa ke kantor imigrasi.

 

Diketahui, pekerja asing dari PT. China Harbour Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi infrastruktur berskala multi-nasional.

 

Kita belum mendapatkan data dan nama-namanya secara pasti, karena mereka ini tak ada identitasnya, katanya. Namun dikatakan Jompang, para pekerja Tiongkok tersebut diduga telah menyalahi penggunaan visa, yang seharusnya dipakai untuk berkunjung, tapi malah dipakai untuk bekerja.

 

Mereka ini pakai visa B211A untuk kepentingan bisnis, tapi digunakan untuk bekerja. Ini dugaan  sementara,  jelasnya. Menurutnya, pihak imigrasi pun belum dapat memastikan status dan nasib para imigran tersebut, karena belum dilakukan pemeriksaan dan pendataan.

 

Namun jika terbukti telah menyalahgunakan visa, maka pihaknya tidak akan segan-segan mendeportasi semuanya.

SHARE