Home Informasi Setiap saat 38 Pria dan 14 Wanita Terinfeksi HIV/AIDS Dirawat di RS Pirngadi

38 Pria dan 14 Wanita Terinfeksi HIV/AIDS Dirawat di RS Pirngadi

0

Sebanyak 38 pria dan 14 wanita tercatat terinfeksi virus Human Immuno deficiency Virus (HIV) Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan.

Berdasarkan data pasien di Klinik VCT (Voluntary Counseling Test), Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSUD Dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin menyebutkan, total keseluruhan pasien sejak Mei hingga Juli 2017 sejumlah 52 pasien. Jumlah itu terbagi 38 pria dan 14 pasien wanita.

Pasien paling banyak ada di bulan Mei 2017, yakni sebanyak 22 orang, terdiri dari 17 laki-laki dan 5 perempuan. Sedangkan pada Juni 15 orang, terdiri dari 13 laki-laki dan 2 perempuan. Lalu pada Juli ada 15 orang, terdiri dari 8 laki-laki dan 7 perempuan.

Berbagai faktor risiko, sambungnya, menjadi penyebab ke 52 pasien tersebut terinfeksi HIV/AIDS di antaranya faktor seks bebas, seks yang ditularkan dari suami dan perilaku Lelaki Suka Lelaki (LSL).

Dari data tersebut, rentang umur pasien HIV/AIDS bervariasi, rata-rata usia produktif yakni 20 hingga 65 tahun. Bahkan, pada Juni, terdata ada pasien umur dua tahun yang menjalani pengobatan. Ia menambahkan, ada juga pasien tertua berusia 69 tahun yang berobat pada Juli 2017.

Dari Mei hingga Juli 2017 ada lima penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia di RS Pirngadi.

Ia menyampaikan, kelima pasien yang meninggal dunia tersebut juga kesemuanya laki-laki. Pada bulan Mei ada empat pasien masing-masing berusia 34 tahun, 57 tahun, 21 tahun dan 40 tahun. Lalu, satu pasien lainnya pada Juni berusia 47 tahun.

Terpisah, Pembina Yayasan Medan Plus, Eban Totonta Kaban menambahkan, tingginya temuan kasus HIV/AIDS karena kesadaran pasien yang memeriksakan dirinya ke Klinik VCT juga tinggi. Artinya, program pencegahan HIV/AIDS itu tinggi. Karena kasus itu sudah ditemukan. Jadi pasien sadar untuk memeriksakan dirinya ke Klinik VCT.

Antisipasi perlu untuk pasien yang positif HIV agar mendapat penanganan segera sehingga bisa hidup normal seperti tidak terjangkit virua tersebut. Artinya, Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat meminum obat Antiretroviral (ARV).

Kita juga berharap ODHA dapat meminum ARV secara teratur serta mau menjaga kesehatan dirinya dan tidak menularkan HIV dengan sengaja atau tidak disengaja.

Ia mengharapkan, obat ARV juga tersedia di semua Puskesmas. Tujuannya agar ODHA mudah mendapatkan obat tersebut. Apalagi, idealnya semua puskesmas seharusnya bisa memberikan ARV.

Kenyataannya baru beberapa Puskesmas yang menyediakan ARV. Ini harus menjadi tanggung jawab pemerintah. Kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan untuk deteksi dini HIV/AIDS sehingga ODHA cepat mendapat penanganan.

SHARE