Home POLDA SUMATERA SELATAN Anak Gadis Di OKI Ini Kabur Meninggalkan Rumah, Tidak Tahan Terus Digituin...

Anak Gadis Di OKI Ini Kabur Meninggalkan Rumah, Tidak Tahan Terus Digituin Oleh Bapak Tirinya

0
Anak Gadis Di OKI Ini Kabur Meninggalkan Rumah, Tidak Tahan Terus Digituin Oleh Bapak Tirinya

Polda Sumsel – Sunggu memalukan tersangka inisial NU (69), nekat melakukan perzinahan terhadap anak tiri sebut saja korban inisial DA (13), yang tinggal satu rumah dengannya. Alhasil tersangka diamankan akibat perbuatannya.

 

Menurut informasi, kejadian yang berawal pada bulan April 2017 silam, dimana tersangka yang merupakan ayah tiri dari korban, telah melakukan tindakan pencabulan, dengan secara paksa melakukan hubungan badan layaknya sepasang suami istri. Perbuatan bejat tersangka yang pertama kali dilakukan di rumah mereka di Desa Tanjung Sari II Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, dengan cara memaksa anak tirinya, untuk melayani nafsu setannya terus berlangsung hingga akhir bulan Juni 2017.

 

Sehingga pada puncaknya, korban tidak sanggup lagi menahan beban yang dideritanya, kemudian memutuskan untuk melarikan diri ke rumah kerabat ibu kandungnya. Mengetahui perbuatan tersangka ini, kemudian kerabat dari ibunya korban melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Tanjung Sari II, untuk melaporkan kejadian yang memilukan ini kepada pihak Kepolisian dari Polsek Lempuing Jaya Polres OKI.

 

Menerima laporan dari masyarakat, kemudian Kapolsek Lempuing Jaya Ipda Sutiyoso SH, pada pukul 17.30 langsung merespon laporan polisi tersebut dengan cepat menuju ke rumah tersangka dan mengamankannya untuk dibawa ke Mapolsek.

 

Gerak cepat yang dilakukan Polsek Lempuing Jaya bukan tanpa pertimbangan, mengingat perbuatan bejat tersangka terhadap anak tirinya yang masih dibawah umur dan baru berusia 13 Tahun sangat berpotensi terjadi aksi main hakim sendiri. Kapolres OKI, AKBP Ade Harianto, SH MH melalui Kapolsek Lempuing Jaya Ipda Sutiyoso SH, Rabu (2-8-2017) menjelaskan, langkah yang dengan sesegera mungkin mengamankan tersangka adalah untuk meredam amarah kerabat ibu kandung korban, sehingga untuk proses selanjutnya penyidik akan melakukan pemeriksaan yang lebih dalam lagi.

 

Ibu korban sendiri merupakan istri dari pelaku, dan telah meninggal dunia 3 (tiga) tahun yang lalu. Semenjak itulah korban hanya tinggal berdua dengan pelaku, sampai akhirnya terjadilah perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang ayah terhadap anak tirinya sendiri, jelas Kapolres OKI.

SHARE