Home POLDA SUMATERA SELATAN Diamuk Kawanan Gajah, Kakek Petani Kopi Ditemukan Meninggal, Kondisi Tubuhnya Mengerikan

Diamuk Kawanan Gajah, Kakek Petani Kopi Ditemukan Meninggal, Kondisi Tubuhnya Mengerikan

0
Diamuk Kawanan Gajah, Kakek Petani Kopi Ditemukan Meninggal, Kondisi Tubuhnya Mengerikan

Polda Sumsel – Seorang Kakek warga Desa Durian sembilan Kecamatan Buay Pemaca, meninggal dunia akibat amukan gajah hewan satwa langka liar di kebun kopi, pada Kamis (4-8-2017). Seorang kakek yang diketahui inisial AB (80), yang merupakan warga Desa setempat, ditemukan sudah tidak bernyawa, sekira Pukul 17.00 wib sore, oleh warga dan keluarganya.

 

Setelah sehari tidak kunjung pulang. Menurut keterangan warga, perkebunan warga tersebut memang terdapat 5 Hewan Gajah liar namun dilindungi, kelima gajah tersebut kerap merugikan perkebunan, dan persawahan milik warga bahkan pondok di jungkalkan.

 

Kali ini seorang warga yang merupakan kakek berumur 80 tahun yang diserang hingga tewas yang sedang bekerja di kebun kopi. Sebelum memakan korban jiwa, memang sudah meresahkan mas apa-apa dirusak, batang pohon kopi, padi disawah di rusak, bahkan beberapa pondok di kebunpun sudah dijungkalkan, ucapnya.

 

Dari penjelasan HA, Anak korban, ayahnya sejak pagi pukul 06.00 wib, sudah pergi kekebun kopi dan biasanya sekira pukul 10.00 wib, sudah pulang, karena tidak membawa bekal, akan tetapi hingga sore belum juga pulang.

 

Melihat suaminya tak kunjung pulang IM (75), istrinya korban, memberitahu anaknya bahwa ayahnya belum pulang juga hingga kini. Khawatir karena di daerah kebun tersebut tempat gajah lewat, Haiswadi mengajak saudaranya bersama penduduk Desa untuk mencari ayahnya.

 

Setibanya di TKP ditemukan ayahnya sudah tidak bernyawa dengan posisi tersandar di batang pohon kopi, dengan luka dikaki sebelah kiri, dan kaki sebelah kanan patah diduga akibat di injak hewan berbadan besar tersebut, kemudian bagian badan korban mengalami remuk, diduga dililit oleh belalai hewan gajah tersebut.

 

Di TKP ditemukan sudah tidak bernyawa mas, Kaki kiri mengalami luka, sedangkan kaki kananya patah bagian badan remuk, cerita HA. IM istri Korban tidak menyangka kalau suaminya dijemput ajal dengan cara diserang hewan Gajah tersebut, bahkan menurutnya tidak ada kejanggalan yang terjadi sebelum suaminya pergi.

 

Memang sebelum pergi diberitahu tetangga, bahwa jangan dulu pergi kekebun karena sedang ada gajah di daerah tersebut. Akan tetapi suaminya tidak menghiraukannya dan masih saja pergi dengan berjalan kaki, dengan jarak 2 Kilometer dari rumahnya. Camat Buay Pemaca Tarmizi SE,.MM, membenarkan kejadian tersebut bahkan bahkan ia telah menghimbau pada seluruh Desa di Kecamatan tersebut untuk berhati-hati dan tidak pergi kekebun yang dilewati gajah tersebut.

 

Kita sudah berkoordinasi pada Bupati, karena sduah menimbulkan korban jiwa, dan sudah memberikan laporan, ucapnya. Mayat korban langsung dikebumikan warga Kamis malam, sekira pukul 22.00 wib.

 

TA menambahkan sudah melaporkan pada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ogan Komering Ulu (OKU) Baturaja, mengenai masalh tersebut, dan masih menunggu tindakan selanjutnya dari pihak (BKSDA).

 

Kepala kades Desa Durian sembilan Syarkoni, saat di konfirmasi di rumahnya, sedang dalam perjalanan, no teleponn tidak bida di hubungi.

SHARE