Home Informasi Setiap saat Lie Ang Dju Laporkan Tiga Hakim PN Medan ke KY

Lie Ang Dju Laporkan Tiga Hakim PN Medan ke KY

0

Lie Ang Dju berharap banyak pada Komisi Yudisial (KY). Pasalnya, ia tidak terima tiga majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan memvonis onslagh (bukan merupakan tindak pidana) terhadap terdakwa William (51) dalam kasus dugaan penipuan sebagai mata pencaharian. Laporan itu diterima oleh KY Penghubung Wilayah Sumut dengan Nomor Surat: 022/KH-MSP/VI/2017 melalui petugas penerima, Syah Rijal Munthe tertanggal 4 Juli 2017.

Ketiga majelis hakim yang dilaporkan yakni Achmad Sayuti, Sri Wahyuni Batubara dan Gerchat Pasaribu. Saya melaporkan tiga majelis hakim ini karena mereka diduga melanggar kode etik, kata Lie didampingi penasehat hukumnya, Markus Siahaan dan M Haeykel , Minggu (6/8) sore.
Dengan laporan tersebut, Lie berharap agar ketiga majelis hakim tersebut dikenai sanksi. Meski begitu, sampai saat ini belum ada tindaklanjut dari laporan tersebut. “Saya belum tau sampai mana perkembangan laporan itu.

Pria paruh baya ini menjelaskan, kasus itu berawal pada Rabu tanggal 12 Maret 2014 di Toko Sweeties milik terdakwa William, Jalan Pemuda Baru No 5 W Medan, Lie Ang Dju datang menawarkan baju kemeja laki-laki. Saat itu, William berminat dan memesan baju tersebut untuk dijual di toko miliknya.

Saat memesan baju, saya katakan pembayaran dilakukan setelah 60 hari setelah baju diantar. Tapi, dia (William) minta kelonggaran waktu hingga kami sepakat pembayarannya dilakukan setelah 90 hari setelah barang diantar menceritakan kronologis kejadian.

Dilanjutkan Lie, saat ada produk terbaru, dirinya selalu menawarkan kepada William. William selalu memesan baju tersebut. Setelah jatuh tempo, William tidak membayarnya.

William mengatakan kepada saya, kamu jangan sangsi kepada saya, saya masih punya aset yang mau saya jual, saya pasti akan melunasi bon-bon baju-baju pesanan saya yang terdahulu. Kata-kata itu yang membuat saya terus menawarkan baju kepada William.

Sampai saat ini, lanjut Lie, dirinya telah memberikan pesanan William berupa baju kemeja laki-laki sebanyak 883 potong. Namun, saat ditagih, William tidak dapat ditemui dan tidak menjawab panggilan hape dari Lie Ang Dju.

Selain Lie Ang Dju, ada korban lain dengan modus sama. Dia adalah Lie Ying Fah. William juga sempat ditegur kedua korban, tapi diacuhkan. Perbuatan William membuat Lie Ang Dju mengalami kerugian Rp 198.410.000 dan Lie Ying Fah mengalami kerugian Rp 37.620.000. Seiring berjalannya waktu, kasus ini pun masuk ke pengadilan. Di PN Medan, William dituntut selama 3 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fransiska.

JPU menganggap perbuatan William terbukti melanggar Pasal 379 a KUHPidana tentang Penipuan Sebagai Mata Pencaharian. Sayangnya, majelis hakim tidak sependapat dengan JPU Fransiska. Hakim Achmad Sayuti, Sri Wahyuni Batubara dan Gerchat Pasaribu menganggap perbuatan yang dilakukan William bukan merupakan tindak pidana.

Karena ini korbannya bukan satu. Jaksa aja nuntut hampir maksimal. Pasal 379 a itu maksimal 4 tahun. Ini hakim terlalu berani memvonis onslagh atau bebas. Kita berharap agar laporan kita ke KY ditindak lanjuti karena kita duga hakim ‘bermain’ atau melanggar kode etik.

SHARE