Home Informasi Serta Merta Waspada Radikalisme di Sumsel, Polda Sumsel Lakukan MoU

Waspada Radikalisme di Sumsel, Polda Sumsel Lakukan MoU

0
Waspada Radikalisme di Sumsel, Polda Sumsel Lakukan MoU

Polda Sumsel – Masih ada potensi munculnya radikalisasi dan terorisme di Sumsel, membuat Polda Sumsel langsung mengambil langkah-langkah pencegahan dan berbagi informasi baik dengan FKPD, Ormas dan eleman lainnya.

 

Langkah ini diambil, karena Sumsel masih memiliki potensi yang cukup besar dalam perkembangan pengaruh radikalisme dan terorisme. Dari itulah, dilakukan MoU dan tidak hanya itu peran serta masyarakat juga sangat diperlukan dalam pemberian informasi.

 

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Pol Agung Budi Maryoto, M.Si didampingi oleh Dir Intel Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Haryono menuturkan, sudah dilakukan MoU dengan Ormas, FKPD, Kemenag, Kemenhumham dan BIN Daerah sebanyak 11 elemen yang menandatangani kesepakatan bersama tentang pemberantasan radikalisme di Sumsel.

 

Inti MoU ini yakni, untuk menyamakan persepsi dalam pemberantasan radikalisme dan terorisme mulai dari embrio sampai radikalisme muncul ke permukaan. Selain itu, penyamaan persepsi dan juga sosialisasi mengenai UU Radikalisme, Diradikalisasi.

 

Selain itu, juga melalui MoU ini bisa tukar menukar informasi yang berkaitan tentang radikalisme, ujarnya, pada Jumat (4-8-2017). Dengan adanya MoU ini, bisa melakukan pemberantasan radikalisme dan terorisme sesuai tugas pokok masing masing. Karena, teroris dan radikalisme sudah ada di lapisan masyarakat termasuk di Sumsel.

 

Jadi, tidak ada tempat yang betul-betul clear dari radikalisme dan terorisme di Indonesia. Terlebih, di Palembang adanya tiga warga binaan yang sedang dititipkan di Lapas Merah Mata Palembang.

 

Dari itulah, antisipasi juga dilakukan jangan sampai ketiga warga binaan terkait teroris ini bisa mempengaruhi warga binaan lain yang ada di dalam Lapas.

 

Potensi perkembangan radikalisme dan terorisme di Sumsel dianggap sangat besar muncul, juga karena ada narapidana teroris yang sudah bebas sebanyak enam orang serta terduga ISIS yang ada di Sumsel sebanyak empat orang.

 

Dari itulah, terus dilakukan pemantauan pergerakan begitu pula dengan wilayah-wilayah yang ada di Sumsel. Perkembangan radikalisme dan terorisme itu sangat mudah bila ada orang, sarana, unsur pendukung.

 

Wilayah Sumsel ini orangnya lebih terbuka, sehingga menerima pengaruh dari pelaku lebih mudah. Selain itu, sarana juga bisa diperoleh tidak hanya menggunakan bom.

 

Bisa juga menggunakan senpi rakitan, terlebih di Sumsel lebih mudah mendapatkan senpi rakitan dan itu perlu dilakungan antisipasi.

 

Masyarakat juga memiliki potensi cukup kuat terpengaruh, tetapi masyarakat Sumsel cukup cerdas memilah dalam penyebaran pengaruh radikalisme dan terorisme, jelasnya.

SHARE