Home Informasi Setiap saat Amankan Pembunuh Guru SD

Amankan Pembunuh Guru SD

0

Kapolres Binjai, AKBP Mohamad Rendra Salipu, didampingi Kasat Reskrim, AKP Ismawansa, dan Kanit I Pidum, Ipda Tono Listianto, menginterogasi ketiga tersangka kasus pembunuhan terhadap guru SD, Rabu (6/9).
Satreskrim Polres Binjai sukses mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap H Abdul Haris (51), guru SD Negeri 050660 Stabat, yang jenazahnya ditemukan di areal perkebunan tebu, Pasar I, Dusun VIII, Desa Tandam Hi¬lir I, Kecamatan Hamparan Pe¬rak, Kabupaten Deliserdang, Senin (4/9) lalu.
Dalam kasus itu, polisi mengamankan tersangka pembunuh korban, SA (35), warga Dusun XII Sempurna, Desa Perdamaian, Kecamatan Stabat, Ka¬bu¬paten Langkat, tidak lain orang¬tua salah satu murid korban, serta dua tersangka penadah telepon genggam curian milik korban, RS dan IN, keduanya warga Jalan Titi Putih, Du¬sun IV, Desa Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

Turut disita sebagai barang bukti, pakaian, sandal, cincin, sapu tangan, telepon genggam, dan uang Rp 50.000 milik korban, serta dua telepon genggam milik tersangka SA dan seutas ikat pinggang yang digunakannya un¬tuk menjerat leher korban.

Motif pembunuhan ini diduga dipicu rasa sakit hati tersangka SA ter¬hadap kor¬ban, ujar Kapolres Binjai, AKBP Mohamad Rendra Sa¬lipu, di¬dampingi Kasat Res¬krim, AKP Is¬mawansa, dan Kanit I Pidum, Ipda Tono Listianto, Rabu (6/9).

Kronologis pembunuhan itu, katanya diawali dari pertemuan antara korban dengan tersangka SA di areal perkebunan tebu, Pasar I, Dusun VIII, Desa Tandam Hilir I, Ke¬camatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, pada 25 Agustus 2017.
Dari hasil penyelidikan, korban dan tersangka SA di¬duga sudah men¬jalin hubu¬ngan sejak sebulan lalu. Bah¬kan keduanya beberapa kali bertemu, terkait pembahasan proses pengajuan beasiswa bagi anak tersangka SA.

Namun setiba keduanya di tempat itu untuk berkencan, tanpa diduga ter-sangka SA mendadak emosi, begitu mendengar ucapan korban yang ber¬niat mencabuli anaknya, sehingga dia nekat menghabisi nyawa korban, de¬ngan menikam leher korban, lalu menjeratnya menggunakan ikat pinggang.
Usai membunuh korban, tersangka SA mengaku meninggalkan jenazah korban di tempat itu. Selanjutnya dia berinisiatif memusnahkan barang bukti, dengan cara membakar pakaianya, dan membuang pisau yang digunakan untuk membunuh ke dalam sungai.

Namun tidak hanya itu. Pa¬salnya, tersangka SA menjual telepon genggam korban hasil kejahatannya kepada tersangka RS dan IN, yang juga rekan se-permainannya, serta menjual sepeda motor korban kepada kenalannya di wilayah Aceh.
Beruntung menurut Ka¬polres, aksi keji tersangka SA akhirnya terkuak, menyusul penemuan jenazah korban oleh Doni Erlangga (19) dan Anan Prayoga (18), dua pencari rumput, warga Desa Pasar I, Dusun VIII, Desa Tandam Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli serdang, Senin (4/9).
Menariknya, kata Kapolres, kasus pembunuhan ini bisa terungkap hanya dalam tempo 1×24 jam pasca dilaporkan. Pasalnya, tersangka SA ditangkap di rumah kerabatnya di Gang Masjid, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Selasa (5/9) malam.

Dalam penangkapan itu, tersangka SA selaku eksekutor, terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan ke arah kaki, karena mencoba melawan dan melarikan diri, sewaktu hendak ditangkap.
Bahkan selama menjalani proses pemeriksaan, tersangka SA cenderung tidak menyesali perbuatannya, dan berdalih terpaksa membunuh demi menyelamatkan anaknya dan murid-mutid korban dari perilaku seks menyimpang korban, imbuhnya. Saat ini, Tim Opsnal Sat reskrim Polres Binjai masih terus menelusuri du¬gaan ke¬beradaan sepeda motor kor¬ban, yang menurut pengakuan tersang¬ka SA djualnya ke wilayah Aceh.

SHARE