Home Informasi Berkala Aksi Pembegalan Tak Lagi Sering Terjadi, Namun Belakangan Intensitasnya Sedikit Meningkat

Aksi Pembegalan Tak Lagi Sering Terjadi, Namun Belakangan Intensitasnya Sedikit Meningkat

0
Aksi Pembegalan Tak Lagi Sering Terjadi, Namun Belakangan Intensitasnya Sedikit Meningkat

Polda Sumsel – Aksi pembegalan tak lagi sering terjadi. Namun, belakangan intensitasnya sedikit meningkat. Tindakan para pelaku terhadap para korban cenderung lebih sadis. Tak lagi sekadar merampok kendaraan, mereka bahkan sampai menghilangkan nyawa korbannya. Kejadian ini dialami oleh korban inisial AP (20), pemuda asal Martapura.

Dia tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Palembang, Sumatera Selatan, setelah keningnya dipelor pelaku begal.

Kejadiannya, di Jl KH Azhari, Kelurahan 13 Ulu Palembang. Tak jauh dari Pondok Pesantren (Ponpes) Ar-Riyadh, kemarin (1/9), pukul 01.00 WIB. Dinihari itu, korban jalan bersama dua temannya, KT (16) dan YA (16).

Korban yang ketika itu mengendarai sepeda motor Beat Nopol BG 4165 ABG milik temannya, AN (34), dihadang oleh empat pelaku yang mengendarai dua sepeda motor.

Salah seorang lalu menodong korban pakai pistol. Karena korban mempertahankan motornya, pelaku melepaskan tembakan ke arah korban. Peluru mengenai kening. Nyawa korban pun tak tertolong. Mereka orang empat, menghadang kami di sana, tutur YA saat ditemui di RS Muhammadiyah Palembang.

Tanpa basa-basi, pelakunya langsung menodongkan pistol ke arah Apri, yang mengemudikan motor dan langsung merampasnya. Mendapati kejadian tersebut, Unit SPKT, Identifikasi, dan Unit Piket Reskrim Polresta Palembang langsung mendatangi lokasi kejadian. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB melalui Kasat Reskrim Polresta Palembang memastikan, anggota sedang mencari keberadaan para pelaku. Anggota sudah ke lokasi, kumpulkan data dan olah tempat kejadian perkara (TKP), tandasnya.

Kapolsek SU II Palembang, Kompol Okto Iwan Setiawan menegaskan, sampai saat ini pihaknya terus mengejar keempat pelaku. Masih kami kejar, katanya. Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, tak menampik kalau Sumsel masih sangat rawan dengan aksi begal.

Jenderal bintang dua itu berharap masyarakat lebih peduli dan proaktif membantu menjaga keamanan di wilayah masing-masing. Kapolda Sumsel meminta tiga pilar Polisi Masyarakat (Polmas) berperan aktif.

Mereka adalah Bhabinkamtibas, Babinsa, dan kepala desa (kades). Jelang pilkada dan Asian Games 2018, keamanan di Sumsel, termasuk Palembang harus terus dijaga. Mesti kondusif, tidak boleh lengah, lanjutnya.

Selain itu, digital security system sangat penting. Salah satu cara, memasang CCTV di berbagai tempat. Terutama di ruang publik seperti jalan, persimpangan dan objek vital nasional. CCTV harus saling terintegrasi satu dengan lainnya dan akan dipantau melalui Command Center Polri, pungkasnya.

Polda Sumsel sendiri telah melakukan pemetaaan daerah rawan begal. Ada lima daerah yang tertinggi tingkat kerawanannya (zona merah). Yaitu Palembang, Banyuasin, OKI, OKU Timur (OKUT), dan Ogan Ilir (OI).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo Utomo memberi atensi pada kasus begal yang telah menembak mati korbannya tersebut. Menurutnya, Tim Rimau juga akan dikerahkan untuk membantu memburu para pelaku.

Tentu akan di-back up. Para pelaku harus secepatnya diringkus. Jangan ragu untuk berikan tindakan tegas dan terukur. Apalagi para pelaku memegang senpi dan membahayakan jiwa masyarakat, tandasnya.

Berdasar data yang berhasil dihimpun koran ini, ada cukup banyak kasus pembegalan yang terjadi. Pada Jumat (25-8-2017), SA (20), mahasiswi UIN dibegal saat mau pergi kursus. Sepeda motor Scoopy Nopol BG 5585 ZQ dibawa kabur.

Pada Jumat (11-8-2017), RI (30), tukang ojek online, warga Kelurahan 14 Ulu. Kejadiannya di Jl KH Wahid Hasyim, Kelurahan 5 Ulu Palembang. Modus pelaku, pura-pura tanya alamat, lalu cabut pistol dan todong korban.

Sedang pada Minggu (30-7-2017), HE menjadi korban begal di jalan akses menuju Bandara SMB II pukul 22.30 WIB. Pelakunya tiga orang naik motor Suzuki FU.

Salah satu pelaku berhasil diamankan bersama motor korban, dua di antaranya berhasil kabur. Lalu, pada Kamis (27-7-2017), pasangan suami istri, Doni dan Nurmi dibegal di Jl. Taqwa Mata Merah.

Kawanan pelaku menganiaya korban. Sedang pada Minggu (9-7-2017), EN (31), kehilangan sepeda motor kesayangannya karena dibegal dua orang di Jl A Yani, depan Lrg H Umar.

Sedang 20 Juli, seorang remaja dibegal di kawasan Dekranasda Jakabaring. Tak hanya kehilangan motor, korban terluka di pinggang karena ditusuk pelaku. Sebelumnya, 19 Juli, seorang pelajar SMP dibegal sekitar 20 orang. Motornya dibawa kabur.

SHARE