Home POLDA SUMATERA SELATAN Diduga Akibat Himpitan Ekonomi, Tersangka Nekat Membuang Bayi Di Dalam Semak Semak...

Diduga Akibat Himpitan Ekonomi, Tersangka Nekat Membuang Bayi Di Dalam Semak Semak Dusun IV Desa Sumber Mulia

0
Diduga Akibat Himpitan Ekonomi, Tersangka Nekat Membuang Bayi Di Dalam Semak Semak Dusun IV Desa Sumber Mulia

Polda Sumsel – Diduga akibat himpitan ekonomi, tersangka inisial SU (30), warga Desa Sumber Mulia Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, nekat membuang bayi di dalam semak semak dusun IV, Desa Sumber Mulia, Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muaraenim.

 

Akibat perbuatannya, ia harus mendekam di penjara, pada Rabu (6-9-2017). Terbongkarnya kasus pembuangan anak ini  berawal dari penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki  pada  Sabtu (2-9-2017) ketika TU (37), sekira pukul 07.00 menyadap karet di kebunnya.

 

Sedang asyik menyadap karet, tiba-tiba Tukimin mendengar suara tangisan bayi sekitar 30 meter dari tempatnya menyadap karet. TU sempat merinding juga mendengar suara tangisan bayi itu.

 

Tapi rasa penasaran membuatnya melangkah ke arah sumber suara. Masyaallah, ternyata ternyata di dalam semak-semak dia melihat bayi yang masih lengkap dengan ari-arinya tanpa selembar benang tergeletak di atas tanah. Melihat hal tersebut, spontan ia menyelamatkan bayi tersebut dan dibawa kerumah Kades Sumber Mulia, Yoni Wilson.

 

Dan oleh Kades bayi tersebut dibawa ke Puskesmas Sumber Mulia yang ditangani oleh bidan Eli dan melapor ke Polsek Rambang Lubai. Menurut Kades Sumber Mulia, Yoni Wilson, terungkapnya pelaku pembuang bayi itu saat pihaknya mengumpulkan warga, tetapi pelaku menghindar dan menghilang ketika akan diperiksa. Lalu dilakukan pencarian dan ketemu, dari hasil interogasi pelaku akhirnya mengaku.

 

Kata tersangka, awalnya ia mau buang air besar, tidak taunya melahirkan anak keempat sendirian, ujar Kades. Menurut Kapolres Muaraenim, AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kapolsek Rambang Lubai didampingi oleh Kasubag Humas, AKP Arsyad Agus, saat ini, pihaknya sudah menahan pelaku, memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti. Adapun motifnya masalah ekonomi, karena suami dan dirinya hanya sebagai petani.

SHARE