Home POLDA SUMATERA SELATAN Diduga Tidak Bisa Berenang, Dua Pelajar SMK Muhammadiyah 3 Palembang Ditemukan Tewas...

Diduga Tidak Bisa Berenang, Dua Pelajar SMK Muhammadiyah 3 Palembang Ditemukan Tewas Tenggelam Di Sungai Pinang Kabupaten Banyuasin

0
Diduga Tidak Bisa Berenang, Dua Pelajar SMK Muhammadiyah 3 Palembang Ditemukan Tewas Tenggelam Di Sungai Pinang Kabupaten Banyuasin

Polda Sumsel – Diduga tidak bisa berenang, dua pelajar SMK Muhammadiyah 3 Palembang, korban inisial MS (15) dan DNO (16), ditemukan tewas ‘teberak’ (tenggelam) di Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Minggu (17-9-2017).

 

Isak tangis pun tak henti-hentinya di rumah duka korban MS, di Jalan Silaberanti Lr Khodijah Seberang Ulu I Palembang, pada Senin (18-9-2017).

 

Para keluarga dan rekan korban seakan tak percaya korban MS pergi secepat itu dengan tewas tenggelam di sungai. Terlihat para rekan sekolah korban nampak menyesaki rumah duka dan turut mengantarkan jasad korban MS di TPU Telaga Swidak Plaju Palembang.

 

Paman korban MS, RU mengakui, keponakannya bersama tujuh orang temannya pergi ke daerah Sungai Pinang untuk berlibur. Lalu merek semuanya menuju lokasi kejadian untuk berenang bersama dengan menggunakan ban pelampung.

 

Mereka duduk diatas ban pelampung itu. Ban pelampung tersebut terbalik. Korban MS dan DNO itu tidak bisa berenang, keduanya pun meninggal, katanya saat ditemui di rumah duka. Ia menerangkan, pihak keluarga baru mengetahui kejadian tersebut saat korban sudah di rumah sakit setelah ada rekannya yang memberikan kabar keponakannya tenggelam saat berenang.

 

Keponakan kami itu izinnya mau liburan. Memang kami sadari, keponakan kami ini tidak bisa berenang, ungkapnya. Kapolres Banyuasin, AKBP Andri Sudarmadi mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan atas kejadian dua pelajar SMK Muhammadiyah 3 Palembang yang tewas tenggelam di lokasi kejadian.

 

Dua korban sedang asik mandi di sungai bersama rekannya, tapi tidak bisa berenang sehingga mereka tewas tenggelam saat pelampung mereka naiki terbalik, jelasnya.

 

Ia menerangkan, untuk medalami kasus tersebut pihaknya telah mengambil kesaksian dari AB (38) yang saat kejadian berada di TKP dan saksi lainnya.

 

Kami sudah melakukan koordinasi dengan keluarga korban. Kami juga mengambil keterangan dari saksi atas kejan tersebut. Sampai sekarang masih kita dalami, bebernya.

SHARE