Home Informasi Berkala Korban Dipukuli Saat Naik Bus Kota, Telepon Genggam Milik Korban Diambil Oleh...

Korban Dipukuli Saat Naik Bus Kota, Telepon Genggam Milik Korban Diambil Oleh Para Pelaku

0
Korban Dipukuli Saat Naik Bus Kota, Telepon Genggam Milik Korban Diambil Oleh Para Pelaku

Polda Sumsel – Suasana Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang masih sepi saat korban inisial AS (24), warga Jalan Seruni Bukit datang. Dengan tergopoh-gopoh ia datang mengadu telah menjadi korban penodongan, pada Rabu (6-9-2017).

 

Bukan di tempat sepi. Korban yang tercatat sebagai jurnalis Tempo ini, menjadi korban penodongan saat ia berada di dalam bus kota jurusan Kertapati-KM 12 Palembang, Sumatera Selatan, berwarna merah.

 

Bahkan, tak hanya satu orang, para pelaku diperkirakan gerombolan yang terdiri dari 5-6 orang. Dengan kejadian itu, korban terpaksa kehilangan dua handphone (hp) kesayangannya. Hal inipun seakan menegaskan, jika angkutan umum di kota Palembang masih tidak aman bagi para penumpangnya.

 

Bukan hp saja yang hilang. Tapi juga saya sempat dipukuli, ujarnya saat memberikan keterangan di hadapan petugas. Korban menceritakan, kejadian tersebut bermula saat ia bersama temannya baru selesai melakukan peliputan di kabupaten Pali dengan menggunakan sepeda motor. Karena berbeda arah dengan temannya, korbanpun memutuskan untuk turun di kawasan tugu KB Jalan KH Wahid Hasyim Palembang.

 

Setelah turun, ia lalu melanjutkan perjalanan dengan menumpangi bus Kertapat-KM 12 tersebut. Baru naik, salah seorang pelaku langsung mengambil hpnya. Tahu jika hp dicuri, sempat terjadi keributan antara korban dan dengan para pelaku. Bahkan, para pelaku sempat memukulinya dan kembali mengambil satu lagi hpnya yang berada di kantong.

 

Dipukuli, membuat korban sempat melawan. Namun, perlawanan korban selesai, saat pelaku menodongkan pisau ke arahnya, dan korban memutuskan untuk turun tepat di atas Jembatan Ampera Palembang.

 

Saya pikir, sopirnya ikut terlibat juga. Karena saat saya ribut dengan pelaku itu, sopir itu malah marah-marah. Saat turun dari bus itu, saya kebetulan bertemu dengan teman saya, jadi saya sempat memoto sopir dan bus tersebut. Siapa tahu bisa jadi bukti, harapnya.

SHARE