Home Informasi Setiap saat Pelarian Udin Pamingke Berakhir dengan Timah Panas

Pelarian Udin Pamingke Berakhir dengan Timah Panas

0

Samsudin alias Udin Pamingke, tersangka pencurian truk di Tanjung Balai terpaksa Polisi melumpuhkannya dengan timah panas karena mencoba melarikan diri saat dibawa ke lokasi pencurian.
Pria berusia 39 tahun, warga Dusun II Parsiluman, Desa Bandar Selamat, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) ini diringkus Satuan Reskrim Polres Tanjung Balai, dari tempat persembunyiannya, di Desa Gema, Kecamatan Kampar Hulu Kiri Kabupaten Kampar Riau, pada hari Senin (4/9/2017) sekira pukul 16.00 WIB.
Kapolres Tanjung Balai, AKBP Tri Setyadi Artono melalui Kasat Reskrim, AKP Heri Sofyan, membenarkan kejadian tersebut. “Petugas kita terpaksa menembak tersangka yang mencoba melarikan diri dan mengenai kaki kanan tersangka,” ujar Heri Sofyan.
Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan polisi LP 204 / VII /SU/ Rest.Balai, mengenai pencurian 1 unit truk nomor polisi (nopol) BK 8357 VV milik korban Ismail Simangunsong yang hilang dari halaman parkir gudangnya, di Jalan Alteri, Kelurahan Sirantau Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai.
Berdasarkan laporan tersebut, dibentuklah satuan khusus untuk mengungkap kasus tersebut yang dipimpin oleh Aipda Zulpan Efendi Nasution, selaku Kanit Jahtanras. Awalnya petugas memintai keterangan saksi-saksi sebagai bahan petunjuk.
“Nah setelah petugas lidik kita mempunyai data full baket dan dengan bantuan alat satelit komunikasi dari Polda Sumut, terdeteksi keberadaan tersangka, di daerah Pemingke,” tambah Heri Sofyan.
Lebih lanjut Heri Sofyan menjelaskan, tersangka terkesan licin dan sering menukar nomor handphone (HP), namun sering berhubungan dengan seseorang di daerah Pamingke. Petugas pun bergerak ke lokasi dengan dipimpin oleh Kanit Jahtanras, Aipda Zulfan Efendi Nasution untuk mencari keberadaan orang yang sering berhubungan dengan tersangka.
Setelah petugas melacak keberadaan rekan tersangka bernama Hermansyah alias Ucok, terungkap, bahwa benar Udin telah menjual truk tersebut dengannya seharga Rp 35 juta. Petugas pun berhasil menemukan kembali truk yang dicuri tersangka dan mengamankan Hermansyah ke Mapolres Tanjung Balai berserta barang bukti truk. Namun Hermansyah tidak mengetahui keberadaan tersangka dan mereka selalu berhubungan dengan nomor HP yang lainnya.
Keberadaan tersangka akhirnya terlacak juga dengan bantuan alat satelit melalui CP atau cek posisi. Tersangka berada di Batam, namun saat petugas bergerak ke Batam. Tersangka telah melarikan diri ke Kampar, Riau.
Petugas pun menjalin kerjasama dengan pihak Polda Riau untuk melacak keberadaan tersangka dan hasilnya tersangka dapat diamankan di desa Gema, kecamatan Kampar Hulu Kiri, kata AKP Heri Sofyan.
“Saya sangat berterima kasih kepada anggota saya di unit jahtanras Polres Tanjung Balai yang telah berhasil mengungkap kasus yang terkesan rumit ini karena tersangka selalu berpindah –pindah dari satu pulau ke pulau lainnya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada rekan saya di Polda Sumut dan Polda Riau yang banyak membantu kita dalam kasus ini,”ungkap AKP Heri Sofyan.
Kini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di unit Jahtanras Polres Tanjung Balai. Polisi mendalami pengakuan dari tersangka untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat dalam pencurian yang tergolong mempunyai sindikat tersebut.

SHARE