Home Informasi Setiap saat Polisi dan Wartawan Gadungan Diamankan

Polisi dan Wartawan Gadungan Diamankan

0

Lima tersangka pelaku pemerasan ditangkap personel reserse dan kriminal Polsek Indrapura dari lokasi Sentra Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah Bandar Tinggi Kabupaten Simalungun, Rabu (27/9) dini hari. Motif pemerasan itu dengan menuding korban sebagai bandar narkotika.

Lima tersangka pelaku pemerasan ditangkap personel reserse dan kriminal Polsek Indrapura dari lokasi Sentra Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah Bandar Tinggi Kabupaten Simalungun, Rabu (27/9) dini hari. Motif pemerasan itu dengan menuding korban sebagai bandar narkotika.

Dalam aksinya, seorang tersangka menyaru anggota polisi berseragam lengkap berpangkat inspektur satu. Sedangkan tiga tersangka lain mengaku sebagai wartawan dan seorang wiraswasta.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, Rabu (27/9) menjelaskan, para pelaku berkomplot memeras korban dan meminta uang tebusan sebesar Rp50 juta. Para tersangka berhasil dibekuk polisi melalui skenario penangkapan setelah menda¬patkan informasi dari keluarga korban.

Para pelaku tersebut di antaranya JT (36) warga Jalan Karya 2 Medan yang berperan sebagai polisi gadungan, Sedangkan empat tersangka lainnya diketahui bernama SS (47) warga Jalan Tirta Sari Medan, dalam aksinya tersangka mengaku sebagai wartawan. TS (47) warga Jalan Perhubungan Lau Dendang Medan yang juga mengaku sebagai wartawan, LNS (49) warga Jalan Sukaria Medan juga mengaku wartawan dan AS (36) warga Desa Bandar Tinggi Kecamatan Bandar Masilam, Simalungun.

Rina menyatakan, berdasarkan hasil koordinasi yang dilaporkan oleh Kapolsek Indrapura, AKP Kusnadi, dalam kasus pemerasan itu para tersangka memulai aksinya dengan cara menghubungi korban, Ady Setyawan Sinaga (27) warga Dusun 3 Desa Lias Baru melalui telepon seluler. Dari percakapan via telepon seluler terse¬but korban diminta untuk datang ke seputaran simpang tiga Lias Baru dengan alasan membicarakan masalah penting, Selasa (26/9) malam.

Sesampainya di lokasi, korban yang semula datang mengendarai sepeda motor langsung dipaksa masuk ke dalam mobil seolah ditangkap. Korban lalu dibawa para pelaku berkeliling ke sejumlah lokasi dan dipaksa mengaku atas tudingan seba¬gai bandar narkotika.
Lebih lanjut Rina mengungkapkan, saat dibawa berkeliling menggunakan mobil oleh para tersangka, korban dipaksa menghubungi keluarganya untuk menyelesaikan masalah secara damai. Para tersangka meminta ke¬luar¬ga korban menyiapkan uang tebusan sebesar Rp50 juta agar korban bisa dipulangkan.
Korban bahkan sempat dibawa para tersangka ke Medan karena keluar¬ganya mengaku tidak memiliki uang sebesar yang diminta. Namun para tersangka kemudian membawa korban kembali ke lokasi semula setelah paman korban, Gomgom Sinaga bernegosiasi melalui telepon meminta agar masalah tersebut dibicarakan se¬cara langsung di SPBU kawasan Ban¬dar Tinggi Kabupaten Simalungun.
Rabu (27/9) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, para tersangka yang tiba di SPBU tersebut langsung diringkus tim polisi dipimpin Kapolsek Inda¬pura, AKP Kusnadi yang telah meren¬canakan penangkapan setelah men¬dapatkan informasi dari keluarga korban. Berikut barang bukti berupa senjata api mainan, atribut Polri dan sejumlah kartu identitas wartawan salah satu media disita.
Para tersangka ditangkap berikut sejumlah barang bukti atribut Polri dan kartu identitas media yang dite¬mu¬kan di lokasi penangkapan. Kasus ini masih didalami dan saat ini dita¬ngani Poksek Indrapura berkoordinasi dengan Polres Batubara.

SHARE