Home Informasi Serta Merta Polres Prabumulih Ungkap Kasus Pembakaran Hutan dan Lahan

Polres Prabumulih Ungkap Kasus Pembakaran Hutan dan Lahan

0
Polres Prabumulih Ungkap Kasus Pembakaran Hutan dan Lahan

Polda Sumsel – Kepolisian Resor Prabumulih melalui Satuan Reskim pimpinan AKP Eryadi Yuswanto, SH bersama Unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur pimpinan AKP Hernando, SH berhasil melakukan ungkap kasus pembakaran hutan dan lahan di Jl RA Kartini Kel. Sukajadi Kec. Prabumulih Timur Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, yang terjadi pada Senin (28-8-2017).

 

Pelaku inisial YUR (62), warga Perumnas Prabu Indah Kel. Gunung Ibul Kec. Prabumulih Timur Kota Prabumulih, diamankan oleh Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Prabumulih bersama Tim Opsnal Polsek Prabumulih Timur saat berada dirumahnya, selanjutnya guna kepentingan penyidikan pelaku dibawa ke Polres Prabumulih.

 

Kronologis terjadinya pembakaran hutan dan lahan tersebut berawal pada hari saat pelaku inisial YUR (62 tahun) ingin membuka lahan tersebut untuk dibuat kebun nanas, kemudian pelaku menebang pohon dan ranting yang yang ada di areal lahan dan kemudian pelaku membakarnya dengan menggunakan korek api gas sehingga menyebabkan lebih kurang setengah hektar lahan di area tersebut terbakar pada Senin (28-8-2017) sekira pukul 19.00 wib.

 

Kemudian warga bersama petugas dari Polsek Prabumulih Timur, Babinsa dan PBK dari Pemerintahan Kota Prabumulih berhasil memadamkan api pada pukul 20.45 wib.

 

Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti, SE, MM melalui Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Eryadi Yuswanto, SH, pada Kamis (31-8-2017) mengatakan saat ini pelaki YUR beserta barang bukti satu buah korek api gas, satu kantong rumput ilalang yang terbakar, satu kantong rumput ilalang yang tidak terbakar dan satu kantong abu bekas pembakaran diamankan di Polres Prabumulih guna dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

 

Pelaku dapat dikenakan Pasal 108 Jo 69 Ayat (1) huruf h UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) dan atau Pasal 187 KUHP, ujar AKP Eryadi.

SHARE