Home Informasi Berkala Puluhan Anggota Mapolres Mura Tampak Siaga Bergandengan Tangan Merapatkan Barisan Maju Mendakati...

Puluhan Anggota Mapolres Mura Tampak Siaga Bergandengan Tangan Merapatkan Barisan Maju Mendakati Kobaran Api

0
Puluhan Anggota Mapolres Mura Tampak Siaga Bergandengan Tangan Merapatkan Barisan Maju Mendakati Kobaran Api

Polda Sumsel – Komplek perkantoran Agropolitan Center Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan, yang semula hening tiba-tiba menjadi riuh‎, pada Kamis (29-9-2017) siang sekira pukul 11.00 wib.

 

Beberapa ban bekas yang menumpuk di tengah jalan tiba-tiba sengaja dibakar massa. Asap hitam dan kobaran api mengepul membumbung tinggi. Masyarakat yang berlalu lalang tiba-tiba berhenti sembari bertanya-tanya menyaksikan kejadian itu. Puluhan anggota Mapolres Mura tampak siaga bergandengan tangan merapatkan barisan maju mendakati kobaran api.

 

Sementara sejumlah massa yang beringas berupaya melakukan perlawanan dan menghalang-halangi petugas untuk memadamkan api. Aksi dorong-dorongan pun sempat terjadi. Bahkan massa sempat menendang-nendang tameng anggota.

 

Namun anggota dan  satu unit mobil water cannon yang sudah siaga sejak awal langsung terus merangsek maju dan berusaha menyemprot kearah kobaran api. Tak berapa lama, api yang menyala dengan cepat  bisa dipadamkan, situasi pun terkendali.

 

Rupanya aksi pembakaran ban itu merupakan rangkaian kegiatan latihan penanganan unjuk rasa (unras) yang dilakukan jajaran Polres Mura.

 

Sebanyak 200 Personel gabungan Polres Mura dan Polsek jajaran ikut terlibat kegiatan latihan dalmas (pengendalian massa) yang dipimpin oleh Wakapolres Musi Rawas, Kompol Benny Prasetya didampingi oleh Kabag Ops, Kompol Suhardiman.

 

Usai acara Benny menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan agenda rutin Polres Mura dalam memahami tahapan pengendalian massa, untuk kali sengaja dilakukan dilapangan supaya merefresh kembali kemampuan Personel.

 

Dalam pengendalian massa aturan yang berlaku merujuk Peraturan Kapolri Nomor 16 tahun 2006. Tahapan yang dilakukan berdasarkan klasifikasi keadaan yakni situasi tertib (hijau), situasi tidak tertib (Kuning) dan situasi melanggar hukum (merah), ujar Benny.

 

Hasil saat ini, kata Benny mulai dari ‎sarana prasarana Polres Mura  sudah cukup, mulai tameng, alat pemukul, pakaian huru-hara, kendaraan kawat barier dan kendaraan Water Cannon. Tinggal kedepan Polres Mura  siap memberikan pelayanan masyarakat bila memang dibutuhkan.

 

Benny menambahkan dalam pengendalian massa khususnya pada Pola lintas ganti dalam situasi melanggar hukum Polres Mura senantiasa koordinasi dengan Detasemen Brimob untuk penebalan kekuatan. 

 

Namun kita tetap mengedepan pola prefentif dengan mengedepankan tim negosiator. Yang menjadi harapan kita dalam penanggulangan massa untuk ketertiban dan kepentingan masyarakat yang lebih luas, kata Benny.

SHARE