Home Informasi Setiap saat Release Terkait Dugaan Pembuatan Bumbu Merica dan Bumbu Cabai Merah Serbuk Menggunakan...

Release Terkait Dugaan Pembuatan Bumbu Merica dan Bumbu Cabai Merah Serbuk Menggunakan Bahan-bahan Yang Tidak Layak

0

Selasa, 26 September 2017 bertempat di Riung Mungpulung Mapolda Jabar, Kapolda Jabar Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si didampingi Wakapolda Jabar dan PJU Polda Jabar melaksanakan press release terkait dugaan bumbu merica serbuk dan bumbu cabai merah serbuk dengan menggunakan bahan-bahan yang tidak layak konsumsi.

Sebelumnya unit 1 Subdit IV Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Jabar mengungkap peredaran merica dan ketumbar oplosan di Wilayah Cirebon. Petugas menemukan lokasi yang diduga sebagai tempat pembuatan bumbu merica serbuk dan bumbu cabai merah serbuk di Dusun II Bulak Rt. 02 Rw. 03 Desa Banjar Wangunan Kec. Mundu Kab. Cirebon, Selasa, 19 september lalu sekitar Pukul 12.45 Wib. Dan berhasil mengamankan seorang yang diketahui berinisial IS.

Kapolda Jabar Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto M,Si. Mengatakan bahwa pengungkapan ini berawal dari penyelidikan tim yang menjelaskan bahwa terdapat aktifitas mencurigakan di salah satu rumah di Wilayah Mundu, Kabupaten Cirebon.

Akhirnya petugas menggeledah rumah milik IS dan ditemukan beberapa bahan merica dan ketumbar oplosan,” Ujar Kapolda Jabar
Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita sebanyak 52 kantong plastik bumbu cabai merah serbuk, 193 karung yang berisi cupat, jagung, biji cabai, dan cabai kering, 10 karung cupat cabai. Selain itu, ada juga dua karung bubuk jagung, satu karung bumbu merica siap edar, tiga karung cupat, empat karung cabai kering, dua karung biji cabai, satu bungkus pewarna makanan, dan satu timbangan.
Dari pengakuan IS, dirinya memproduksi merica dan ketumbar dengan cara dioplos beberapa bahan atau bumbu dapur yang tidak layak, seperti tangkai cabai, kulit biji merica dan jagung.

“Semua bahan oplosan yang dipakai merupakan limbah pasar,” terang kapolda Jabar

Sedangkan ketumbar, dioplos dengan menggunakan jagung. Jika dicoba rasanya memang mirip dengan merica dan ketumbar bubuk, namun itu semua merugikan konsumen.

Kapolda Jabar menjelaskan bahwa IS sudah memproduksi merica dan ketumbar bubuk oplosan selama lima tahun, dan wilayah pemasarannya berada di Jawa Barat. Dalam satu bulannya IS mampu memproduksi tujuh ton, dengan hasil 13 juta sampai 14 juta.
Atas perbuatannya, IS dijerat Pasal 140 dan 142 Undang-undang Nomor 12/2012 tentang Pangan dengan pidana paling lama lima tahun penjara.

Dalam kesempatannya, Kapolda Jabar menghimbau kepada konsumen agar berhati – hati dalam membeli pangan yang mengandung bahan berbahaya.

SHARE