Home Informasi Setiap saat Sita Ribuan SIM Palsu

Sita Ribuan SIM Palsu

0

Dirkrimum Poldasu, Kombes Pol Nurfallah (ketiga kanan) dan Kombes Pol Andi Rian (kedua kanan), didampingi Kasubdit Jahtanras Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu (kiri) dan Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Muhammad Saleh, memperlihatkan ribuan SIM palsu hasil penggerebekan di sebuah rumah di Jalan Setia Luhur, Gang Arjuna, Medan, Kamis (28/9). Polisi mengamankan tiga tersangka dalam kasus ini, salah seorang di antaranya oknum polisi yang bertugas di Poldasu.
Kepolisian Daerah Sumut (Poldasu) menyita ribuan lembar surat izin mengemudi (SIM) palsu dalam sebuah penggerebekan di sebuah rumah yang diduga sebagai tempat pembuatan SIM palsu tersebut di Jalan Setia Luhur, Gang Arjuna No 9, Medan.
Dalam kasus ini, polisi menangkap tiga tersangka pelaku yang diduga sebagai pembuat SIM palsu serta pencari pembeli.
Ribuan lembar SIM palsu yang berasal dari SIM bekas hasil peng¬gerebekan tersebut ditemukan dalam belasan karung putih dan sebagian lainnya di dalam kasur dan pelantang suara (speaker) di rumah kontrakan ini.
Selain menyita ribuan lembar SIM palsu dan bekas, polisi juga mengamankan sejumlah alat untuk pencetakan SIM, komputer, pemindai (scanner), serta alat laminasi. Polisi juga menyita bong dan sabu-sabu dalam klip kecil dari tersangka HR. Sabu-sabu itu diduga baru diisap ketiga pelaku.
Ketiga pelaku, HR, IR dan RF. Diketahui RF merupakan personel Polri berpangkat Bripka dan bertugas di bagian Yanma Poldasu. Dia diduga berperan melindungi (beking) operasi pembuatan SIM palsu ini.
Seorang berinisial H sudah kami tetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang). Tersangka H ini ahli dalam pem¬buatan SIM palsu, terang Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Nurfallah di lokasi penggerebekan, Kamis (28/9).
Nurfallah mengatakan, dari pengakuan ketiga pelaku, dalam empat bulan ini mereka sudah menerbitkan 70 lembar SIM palsu dan sudah dijual ke masyarakat. Mereka menjualnya dengan tarif mahal. Selembar SIM C dijual Rp450 ribu, SIM A Rp500 ribu, dan SIM B Rp650 ribu.
Mereka mencari orang-orang yang butuh SIM. Alasannya karena membuatnya nembak, jadi pesanannya per sepuluh lem¬bar,” timpal Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Poldasu, AKBP Faisal Napitupulu.
Para pelaku membeli SIM bekas tersebut dari gudang botot di sebuah tempat di Mare¬lan. Jumlahnya bergoni-goni. Mereka membeli sim bekas seharga Rp1.500/kilogram
Untuk perannya, lanjutnya, tersangka HR membeli SIM bekas itu dari gudang botot. Lalu, dia bersama IR menyortirnya, memilah mana yang masih bagus untuk dipakai mencetak SIM baru. Sedangkan RF diduga sementara membekingi operasi SIM palsu ini.
Faisal menerangkan, para pelaku mem¬bersihkan lembaran SIM bekas, memi¬lahnya lalu menghapus semua data identitas termasuk foto. Kemudian, dengan meng¬gunakan kertas, mereka mengetikkan iden¬titas baru sesuai nama pemesan. Setelah itu memasang foto pemesan dan melamina¬ting¬nya sehingga kelihatan seperti asli, lengkap dengan hologram, stempel dan tanda tangan.
Ketiga pelaku yang diamankan tertunduk saat di¬aman¬kan polisi. Ketiganya didudukkan di ruang tengah dengan sejumlah barang bukti. Sementara, personel gabungan dari Ditreskrimum Poldasu bersama Polsek Helv¬etia terus menggeledah seisi rumah tersebut.
Sebentar, ya, kami olah TKP dulu,” pinta Nurfallah mempersilakan wartawan keluar ruangan usai diberi kesempatan me¬ngambil gambar dan keterangan.
Salah satu pelaku mengaku, IR, baru empat bulan menjalankan bisnis pembuatan SIM palsu ini. Alasannya karena uang yang didapat menggiurkan.
Salah satu korban, Siti Aisyah (25), pegawai swasta terkejut ketika tiba-tiba sejumlah personel polisi menggerebek rumah tetangganya. Saya kaget. Baru tahu saya ketika polisi bertanya, ‘Siapa di sini yang bikin SIM dari rumah ini?’ Saya langsung menyahut. Saya serahkan langsung kepada polisinya,” tutur Aisyah didampingi suaminya Ricky Grisheldi (27).

Aisyah merupakan pendatang baru di Gang Arjuna itu. Karena itu, awalnya dia tidak percaya desas-desus yang didengannya mengenai tetangganya yang bisa membuatkan SIM.
Namun karena diyakinkan oleh oknum polisi RF, ia pun percaya lalu menyerahkan uang pelunasan biaya pembuatan sembilan lembar SIM C dan satu SIM A. Pemilik rumah kontrakan itu tinggal di Jalan Bakti Luhur

SHARE