Home Informasi Setiap saat Terdakwa Kasus 270 Kg Sabu Divonis Mati di PN Medan

Terdakwa Kasus 270 Kg Sabu Divonis Mati di PN Medan

0

Irwan Toni, terdakwa kasus sabu seberat 270 kg divonis mati hakim PN Medan, Rabu (13/9).
Gembong narkotika internasional, Irwan Toni bin Ruswan (38) divonis mati oleh majelis hakim. Warga Jalan Dungun Baru Desa Utan Alou Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau itu dinyatakan terbukti melakukan permufakatan jahat untuk memiliki, menguasai dan mengedarkan narkotika jenis sabu seberat 270 kilogram.

Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Irwan Toni bin Ruswan dengan pidana mati ucap majelis hakim diketuai Saryana di Ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/9) sore.

Hal yang memberatkan, terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan perbuatan terdakwa tidak mendukung dalam program pemerintah untuk memberantas narkotika. Hal yang meringankan tidak ada. Terdakwa Irwan Toni dinyatakan terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menanggapi putusan itu, terdakwa Irwan Toni langsung mengajukan banding. “Banding yang mulia,” kata Irwan Toni. Putusan itu sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Hutomo.

Usai sidang, istri Irwan Toni menghampirinya suaminya. Sambil dibawa pengawal tahanan (waltah), Irwan Toni tak banyak bicara saat diwawancarai wartawan. Ia hanya menyampaikan empat kata. Terima kasih kawan-kawan.

Dalam perkara pengiriman 270 kilogram sabu itu, sebelumnya, empat terdakwa telah dijatuhi hukuman mati. Keempatnya yaitu Daud alias Athiam (47), pengusaha jasa pengiriman asal Bengkalis, Riau, Ayau (40) warga Bengkalis, Riau, Lukmansyah Bin Nasrul (36), warga Dumai Kota dan Jimmi Syahputra Bin Rusli (27) warga Pancurbatu, Deliserdang. Hukuman maksimal itu dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Asmar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (22/6/2016) silam. Saat itu, Irwan Toni masih buron dimasukkan ke daftar pencarian orang (DPO).

Perlu diketahui, penyelundupan dan pengiriman 270 Kg sabu itu berawal dari pertemuan Daud alias Athiam dengan Lau Lai An alias Aan alias Jacky (DPO) di Hotel CK Malaka, Malaysia, pada 17 Agustus 2015.

Pada September 2015, Irwan Toni menghubungi Lukmansyah mengenai sabu yang akan masuk. Pengiriman sabu itu akhirnya dibongkar Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 17 Oktober 2015.

SHARE