Home POLDA SUMATERA SELATAN Untuk Menghindari Aksi Begal dan Kejahatan Lainnya, Praa Pengendara Motor di PALI...

Untuk Menghindari Aksi Begal dan Kejahatan Lainnya, Praa Pengendara Motor di PALI Melakukan Konvoi

0
Untuk Menghindari Aksi Begal dan Kejahatan Lainnya, Praa Pengendara Motor di PALI Melakukan Konvoi

Polda Sumsel – Maraknya aksi begal di Jalan alternatif yang menghubungkan antara Simpang Raja dengan Simpang Rasau atau sebaliknya, membuat warga saling menunggu sesama pengendara lainnya untuk konvoi melintas di jalan itu. Tidak hanya itu, warga juga mendesak di jalanan rawan begal itu, di bangun Pos Polisi (Pospol) untuk menekan angka kriminalitas di jalanan.

 

Pantauan  dilapangan, pada Jumat (8-9-2017) sore, lebih dari delapan unit motor yang ditumpangi pengendaranya menunggu di Simpang Raja. Pengendara yang dominan bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI, Sumatera Selatan.

 

Mereka mengaku sengaja menunggu pengendara lainnya di Simpang Raja, untuk konvoi melintas di jalan alternatif berjarak 13 Kilometer dari Simpang Raja-Simpang Rasau.

 

Hal dilakukan untuk menghindari aksi begal di Jalan Jerambah Besi. Katanya jalan menuju Jerambah Besi, rawan begal, awal bulan ini, ada pengendara sepeda motor yang kena begal, terus wartawan juga pernah kena begal di jalan itu, dan pengendara lainnya, kata pegawai Pemkab PALI, ketika dijumpai sambil menunggu teman di Simpang Raja, untuk konvoi melintas di Jalan Jerambah Besi.

 

Ditambahkan, Dianto, warga Talang Ubi, mengaku sejak jalan menuju Desa Jerambah Besi, di cor beton, maka jalan tersebut menjadi jalan alternatif karena hanya berjarak 13 kilometer dari Simpang Rasau-Simpang Raja, alhasil banyak pengendara maupun pengemudi melintas di jalan itu.

 

Namun, sayangnya jalan tersebut masih rawan aksi begal, hal ini membuat pengendara sepeda motor resah perampasan sepeda dengan kekerasan bahkan pelaku menggunakan senjata api. Setelah di cor beton, jalan itu ramai dilintasi oleh pengendara, akan tetapi warga masih was-was melintasi jalan itu, karena rawan begal, yang terakhir dua pelaku bertopeng pakai senjata api merampas sepeda motor warga melintas di jalan itu, cerita Dianto, pada Minggu (10-9-2017).

 

Ia berharap untuk kenyamanan dan pengendara yang melintas jalan sekitar 13 kilometer itu, untuk dibangun KapaPosPol di jalan tersebut. Mungkin saja kalau dibangun KapaPosPol jalan itu jadi aman, dan pelaku begal takut menjalan aksinya karena ada pak polisi, harapan Dianto.

SHARE