Home Informasi Berkala Cari Kerja Dengan Cara Pelicin Atau Bisa Dibilang Nyogok, Sedikitnya Diduga Ada...

Cari Kerja Dengan Cara Pelicin Atau Bisa Dibilang Nyogok, Sedikitnya Diduga Ada Puluhan Juta Rupiah Uang Milik Para Pencari Kerja Raib

0
Cari Kerja Dengan Cara Pelicin Atau Bisa Dibilang Nyogok, Sedikitnya Diduga Ada Puluhan Juta Rupiah Uang Milik Para Pencari Kerja Raib

Polda Sumsel – Cari kerja dengan cara pelicin atau bisa dibilang ‘Nyogok’, sedikitnya diduga ada puluhan juta rupiah uang milik para pencari kerja raib setelah termakan bujuk rayu oleh seseorang berinisial MI yang mengaku bisa menjadi para korban sebagai karyawan disalah satu perusahan besar di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, yang bergerak dibidang minuman kemasan.

 

Sejauh ini sudah ada enam orang yang mengaku sebagai korban dari mulut manis pelaku Mi untuk bekerja di perusahaan tersebut. Keenam orang itu, menjadi korban dengan merugi hingga puluhan juta rupiah.

 

Merasa tertipu para korban yang ingin bekerja dengan cara membayar ini, pada Kamis (28-9-2017), melapor ke SPK Terpadu Polres Banyuasin.

 

Mereka yakni RA, FR, AD, DI, AR dan SI. Para korban mengaku telah ditipu oleh pelaku berinisial MI yang mengaku bisa memasukan para korban untuk bekerja di perusahaan tersebut.

 

Informasi dari para korban, mereka masing-masing mengalami kerugian sebesar Rp. 5 juta, yang diduga sebagai uang pelicin bagi mereka agar bisa bekerja di perusahaan tersebut.

 

Uang itu sudah kami berikan pada tahun 2016 lalu, tapi hingga saat ini panggilan kerja tak kunjung kami dapatkan, ungkap korban atas nama AR.

 

Menurut korban AR kejadian itu berawal saat dirinya mendapat kabar lowongan kerja dari korban SI, yang menjelaskan jika pelaku MI dapat memasukkan kerja di perusahaan itu dengan syarat harus menyetor uang sebesar Rp. 5 juta perorangnya sebagai administrasi dan positif langsung kerja.

 

Saya percaya saja dengan omongan teman saya korban SI, karena dia juga katanya melakukan seperti itu agar bisa bekerja di PT tersebut, tapi setelah saya menyetorkan uang dengan pelaku MI, sampai sekarang kami tak kunjung bekerja disana.

 

Pelaku MI, bilang kepada kami para korban ini jika ia mengenal dekat pimpinan perusahaan itu, jadi ia mengaku bisa memasukan kami kerja, terang korban. Beruntung sambung korban AR, saat itu pelaku membuat pernyataan tertulis, siap dipidanakan jika tidak bisa memenuhi janjinya, paling lambat pada Rabu (26-7-2017) lalu.

 

Hal ini membuat para korban tambah yakin dan rela mendatangi kerumah pelaku MI yang berada di Kelurahan Tanah Mas Banyuasin, untuk menyerahkan uang yang diminta.

 

Tapi hingga kini, kami belum dipanggil kerja, setelah kami cek di PT yang dijanjikan tersebut, berkas lamaran kami tidak ada, kami sudah ditipu, ucapnya. Masih kata korban, sebenarnya ia sudah berupaya menyelesaikan persoalan ini dengan cara kekeluargaan, tapi pelaku MI selalu menghindar.

 

Kami sebenarnya tidak mau memperpanjang permasalahanya, tapi pihak pelaku MI tidak mau bertanggung jawab, bahkan beliau berusaha menghindar, imbuhnya.

 

Kasat Reskrim Polres Banyuasin, AKP Dwi Satya Adrian membenarkan adanya laporan dari pihak korban dan telah mengambil keterangan saksi.

 

Kami saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti terkait laporan tersebut. Sekarang masih dalam penyelidik, katanya. Namun, sayangnya hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan tersebut belum dapat diminta konfirmasinya, lantaran panggilan telpon dari penusil tak ditanggapi.

SHARE