Home Informasi Serta Merta Derap Warapsari Mabes Polri Latih Kaum Perempuan di Kabupaten OKU

Derap Warapsari Mabes Polri Latih Kaum Perempuan di Kabupaten OKU

0
Derap Warapsari Mabes Polri Latih Kaum Perempuan di Kabupaten OKU

Polda Sumsel – Lembaga Bantuan Perlindungan Perempuan dan Anak dari Mabes Polri “Derap Warapsari” memberikan pengayaan dan pengetahuan tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

 

Acara ini diselenggarakan oleh GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, pada Kamis (5-10-2017). Ketua GOW Kabupaten OKU, Dra. Hj. Indrawati, MH, dalam kata sambutannya mengatakan, perempuan di OKU sangat beryukur dan bangga bisa bertatap muka dengan para pemerakarsa hingga lahirnya Undang-undang Perlindungan Perempuan dan Anak di Republik ini.

 

Para perwira Polwan (Pur) yang peduli terhadap perempuan dan anak ini datang ke Kabupaten OKU bersama Penasihat LB PPA (Lembaga Bantuan Perempuan dan Anak) Derap Warapsari, yakni DBK Pertiwi Rusmanhadi yang juga Istri dari Jenderal Pol. (Purn) Rusman Hadi (Mantan Kapolri).

 

Tokoh-tokoh yang peduli terhadap perempuan dan anak juga hadir dalam kesempatan tersebut, seperti Kombes Pol. (Purn) Irawati Hartono, M.Sc (Ketua Derap Warapsari), Kombes Pol. (Purn), Endang Yudhana, Kombes Pol. (Purn.) Kusbandia Benjamin, dan Titien Pamudji.

 

Ketua GOW OKU yang juga Ketua P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kabupaten OKU ini mengatakan pada 2017 ini salah satu program GOW adalah memberikan pelatihan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Acara yang dibuka oleh Bupati OKU diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Drs. H. Mahyudin Helmi, MM, ini juga dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten OKU, Hj. Badiar Dewi Kuryana.

 

Penasihat LB PPA Derap Warapsari, Pertiwi Rusmanhadi menjelaskan, DERAP merupakan singkatan dari ‘Dengan Empati Rasa Asih Terhadap Perempuan‘ sedangkan Warapsari artinya ‘Perempuan Terpilih’. Lembaga ini didirikan 1 September 1998 oleh pensiunan Polwan ini demi mewujudkan cita-cita penegakkan hukum dan peradilan terhadap perempuan dan anak. Kombes Pol. (Pur) Irawati Hartono, M.Sc.

 

Dalam meterinya berjudul ‘Upaya Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuandan Anak’ menjelaskan, dalam upaya penanggulangan, ada dua sistem yang bekerjasama. Pertama Sistem Peradilan Pidana dan kedua Sistem Rujukan untuk pemulihan korban.

 

Sistem Peradilan Pidana Terpadu Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan SPPT-PKKTP (Sistim Peradilan Pidana Terpadu (yang berkeadilan Jender) dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan merupakan sistim yang terpadu yang menunjukkan proses keterkaitan antar instansi/pihak yang berewenang dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan akses pelayanan yang mudah dan terjangkau bagi korban dalam setiap proses peradilan.

 

Unsur yang terlibat, seluruh sistem hukum yang mencakup substansi hukum, struktur hukum dan kultur hukum bekerjasama dengan sistem pendamping korban baik dari pemerintah maupun masyarakat yang mencakup medis, psikologis, sosial, agama dan hukum. 

SHARE