Home Informasi Setiap saat DIR RESKRIMSUS POLDA JABAR BONGKAR SINDIKAT PEMALSUAN STNK YANG BERAKSI DI MEDIA...

DIR RESKRIMSUS POLDA JABAR BONGKAR SINDIKAT PEMALSUAN STNK YANG BERAKSI DI MEDIA SOSIAL

0

Rabu, 04 Oktober 2017 bertempat di lapangan Polrestabes Bandung telah dilaksanakan press release terkait penangkapan pelaku sindikat pemalsuan surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang beraksi di Facebook.

Sindikat ini terbongkar setelah Tim Cyber Ditkrimsus Polda Jabar menemukan akun Facebook yang mengunggah status “Jual Beli Motor Mobil Khusus STNK Only Bandung Jawa Barat”. Akun FB itu menawarkan mobil dengan harga jauh di bawah pasaran.

Kronologis penangkapan diawali ketika Anggota Ditreskrimsus melakukan penawaran dengan berpura-pura hendak membeli mobil tersebut. Setelah itu, anggota janji bertemu dengan tersangka Hilman Hadiana.

” kemudian penyidik memeriksa plat nomor mobil tersebut ke Samsat di wilayah setempat. Ternyata, nomor mobil tersebut sama sekali tidak terdaftar. Tersangka Hilman kemudian ditangkap,” Ungkap Kapolda Jabar

Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa mobil itu dijual menggunakan STNK palsu dan tanpa BPKB. Sehingga Penyidik dapat menangkap tersangka Ruhiyat dan Miftahuljana yang berperan sebagai pembuat STNK dan BPKB palsu.

“Dua tersangka, Ruhiyat dan Miftahuljanah ini memiliki hubungan dengan tersangka pemalsuan STNK yang sebelumnya pernah kami ungkap,” Ungkap beliau

Lima mobil yang disita ini ada yang vidusia, masih di-leasing tetapi telah dijual ke orang lain tanpa melapor ke Samsat. Untuk dugaan mobil itu hasil pencurian, tengah kami dalami,” Tutur Kapolda Jabar

Para tersangka mematok harga STNK dan BPKB palsu dari Rp1,5 juta sampai RP 2 juta. “Kami masih mendalami berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk membuat STNK palsu ini,” Ungkap Dirreskrimsus Polda Jabar

Dari 3 orang pelaku yang ditangkap telah diamankan Barang Bukti  yaitu  5 unit kendaraan roda empat dengan berbagai tipe, 8 unit HP, 328(tiga ratus dua piluh delapan) lembar stnk.

Para pelaku saat ini masih dalam proses pemeriksaan, guna pengembangan kasus tersebut. Para pelaku dijerat Pasal 28 ayat (1) UU ITE dan Pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) juncto Pasal 55 KHUPidana dan Pasal 3 UU Nomor 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. “Hukuman penjara enam tahun dan denda Rp1 miliiar. “ Tutup Beliau

 

SHARE