Home Informasi Setiap saat Dua Pelaku Diamankan Petugas BNN Kota Prabumulih Karena Membawa Satu Paket Besar...

Dua Pelaku Diamankan Petugas BNN Kota Prabumulih Karena Membawa Satu Paket Besar Narkotika Seberat 33,90 Gram

0
Dua Pelaku Diamankan Petugas BNN Kota Prabumulih Karena Membawa Satu Paket Besar Narkotika Seberat 33,90 Gram

Polda Sumsel – Dua warga asal Aceh yang diduga bandar besar narkoba jenis sabu-sabu, pada Rabu (20-9-2017) diringkus jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

 

Tidak tanggung-tanggung, dua pelaku diamankan petugas BNN Kota Prabumulih karena membawa satu paket besar narkotika seberat 33,90 gram seharga Rp. 50 juta. Tidak hanya dua pelaku, petugas BNN juga meringkus bandar besar sabu warga Prabumulih yang sering memasok barang haram itu ke tempat hiburan malam di bumi Seinggok Sepemunyian.

 

Dua pelaku diduga bandar asal aceh yakni SB Bin SY (27), warga Dusun Urung Mancang Kelurahan Paloh Kaye Kunyet Kecamatan Gandapura Kabupaten Aceh Utara dan KH Bin BA (30), warga Desa Mantang Keupula Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur.

 

Kedua pelaku diringkus di penginapan Idaman di Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur usai menjual sabu ke bandar perempuan Prabumulih. Bandar asal Prabumulih yang juga berhasil diamankan yakni EM Binti SUP (34), warga Jalan Jenderal Sudirman Simpang Penimur Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih.

 

Selain mengamankan satu paket besar narkotika seberat 33,90 gram seharga Rp. 50 juta, petugas BNN juga mengamankan uang tunai sebesar Rp. 4,6 juta dan tiga unit HP Asus, Oppo serta Nokia 105. Selanjutnya untuk kepentingan penyelidikan dan proses lebih lanjut, para pelaku dan barang bukti diamankan di kantor BNN kota Prabumulih.

 

Informasi berhasil dihimpun dilapangan, ditangkapnya tiga pelaku berawal dari info masyarakat yang masuk ke BNN kota Prabumulih. Dalam informasi yang disampaikan disebutkan jika ada transaksi narkoba jenis sabu di penginapan Idaman kota Prabumulih.

 

Petugas yang mendapat informasi kemudian melakukan penyelidikan hingga diketahui jika di kamar nomor 5 penginapan itu ada dua pria asal Aceh yang hendak bertransaksi narkoba. Petugas lalu melakukan pengintaian guna melihat bandar mana di Prabumulih yang memesan dan hendak membeli.

 

Belum lama mengintai tiba-tiba seorang wanita yakni tersangka EM datang dan masuk ke kamar no 5 di penginapan. Melihat itu, petugas yang tak ingin buruannya kabur langsung melakukan penggerbekan dan meringkus dua warga aceh serta bandar perempuan tersebut.

 

Dihadapan petugas, tersangka BA dan KH mengaku keduanya hanya sebagai kurir yang mendapat tugas dari bandar asal Aceh inisial R yang tinggal di Kabupaten Ogan Ilir.

 

Kami hanya disuruh mengantarkan ke pembeli di Prabumulih yakni EM, tiap mengantar paket kami selalu mendapat upah sebesar Rp. 600 ribu, ungkap kedua pelaku seraya mengatakan tersangka EM sudah beberapa kali memesan dan kenal di tempat hiburan malam.

 

Sementara tersangka EM yang merupakan residivis kasus narkoba dan baru keluar dari sel mendapat pembebasan bersarat 4 bulan lalu tersebut enggan berkomentar banyak. Perempuan beranak dua dan suami ditahan di rutan kasus narkoba itu membantah dan marah hendak mengambil gambar, saya memang bandar, ungkapnya seraya mengatakan sudah berhasil menjual sabuseharga Rp. 4,5 juta.

 

Sementara, Kepala BNN kota Prabumulih, Ibnu Mundzakir S.Sos melalui Plt Kasi Berantas, A Gamal Alrasyid menegaskan, pelaku Eni Maryana merupakan target operasi pihaknya karena sering dan secara terang-terangan menjual sabu ke masyarakat Prabumulih.

 

Para pelaku telah diamankan dan masih terus menjalani pemeriksaan kami, atas perbuatannya ketiga pelaku akan dijerat Pasal 112 ayat 1 san 114 ayat 1 UU RI No 35/2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara, tegasnya seraya mengatakan kasus terus akan dilakukan pengembangan.

SHARE