Home Informasi Setiap saat Hasil Razia PCC BPOM Malah Menemukan Obat Herbal Tanpa Izin

Hasil Razia PCC BPOM Malah Menemukan Obat Herbal Tanpa Izin

0
Hasil Razia PCC BPOM Malah Menemukan Obat Herbal Tanpa Izin

Polda Sumsel – Masyarakat kota Prabumulih, Sumatera Selatan, hendaknya berhati-hati dan teliti ketika membeli obat-obat herbal di toko-toko di bumi seinggok sepemunyian. Pasalnya, hasil razia dilakukan Dinas Kesehatan Pemkot Prabumulih bersama Satres Narkoba Polres Prabumulih serta BNN, mendapati berbagai jenis obat-obat herbal dari toko di Prabumulih banyak tidak memiliki izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

 

Tidak hanya itu beberapa toko obat di Prabumulih bahkan masih menjual obat keras yang masuk kategori obat yang dilarang beredar dan menjualnya dengan kemasan tidak bersegel resmi. Beberapa obat herbal yang tanpa izin antara lain Madu Batuk Hitam, Golden Sirsak, ekstrak bawang berlian, madu assalam, pucuk bunga kurma serta obat dilarang beredar jenis obat pegal linu merk Banteng dan lainnya. Obat-obat yang berhasil terjaring razia.

 

Selanjutnya disita oleh tim gabungan dan sebagian obat keras dimusnahkan langsung di toko-toko tempat ditemukan. Dua hari ini kami gelar razia ke Apotik dan toko obat tradisionak, hasil kami dapatkan banyak obat tradisional yang dijual bebas padahal belum terdaftar di BPOM Sumsel dan ada juga obat yang telah kadaluarsa masih dijual, ungkap Kepala Dinas kesehatan, dr Happy Tedjo melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan, Irawansa didampingi oleh Kasat Narkoba, AKP M Ali Asri dan jajaran disela-sela razia, pada Jumat (22-9-2017).

 

Irawan mengatakan, terhadap obat-obat tidak ada izin dan kadaluarsa pihaknya akan melakukan inpentarisir dan selanjutnya pihak polres yang akan melakukan penyitaan. Tadi setelah dilakukan inpentarisir obat yang ditemukan kemudian diamankan di Mapolres Prabumulih, nanti kita juga akan berkoordinasi dengan BPOM Sumsel, bebernya. Lebih lanjut Irawan menuturkan, terkait obat PCC yang belakangan marak beredar di berbagai kota di indonesia dan masuk katergori dilarang, hasil razia dilakukan tidak ditemukan di Prabumulih.

 

Jadi selama dua hari ini melakukan razia di apotik dan toko obat tradisonal tidak ditemukan obat PCC, kita akan terus mengawasi, katanya. Sementara, Kasat Narkoba, AKP M Ali Asri mengatakan, razia dilakukan tidak hanya menyisir PCC namun juga seluruh obat yang berbahaya dan masih dijual bebas di kota Prabumulih. Untuk obat PCC belum ditemukan, namun tadi tim gabungan menemukan banyak obat yang tidak mengantongi izin BPOM dan obat langsung kami amankan, tegasnya.

 

Ali menjelaskan, pihaknya akan menelusuri peredaran obat-obat tanpa izin serta kadaluarsa yang masih dijual bebas itu, untuk mengetahui apakah ada unsur pidana atau tidak yang dilanggar. Jika nanti ada unsur pidana dalam peredaran obat itu maka domain kami sebagai penegak hukum akan masuk, sejauh ini kami masih lakukan koordinasi dengan BPOM, katanya.

 

Lebih jauh Ali menerangkan, pihaknya telah meminta pemilik usaha yang ditemukan obat tanpa izin BPOM untuk membuat pernyataan agar tidak menjual obat tanpa izin dan kadaluarsa. Jika masih dijual maka kami akan lakukan penertiban, tegasnya seraya mengharapkan masyarakat berhati-hati dan teliti dalam membeli obat herbal.

 

Terpisah, Maya yang merupakan pemilik toko obat bekam center Prabumulih mengatakan, pihaknya hanya sebagai penjual dan obat masuk dari distributor.

 

Kami tidak tahu kalau tidak ada izinnya, kalau kami tahu tentu kami tidak akan jual, kami berterimakasih juga adanya pemeriksaan ini jadi tahu kalau obat tidak bagus dijual, bebernya.

SHARE