Home Informasi Setiap saat Kapolda Sumsel Penangkapan Ini Berawal Adanya Informasi Dari Masyarakat Bahwa Di Pasar...

Kapolda Sumsel Penangkapan Ini Berawal Adanya Informasi Dari Masyarakat Bahwa Di Pasar 16 Ilir Palembang

0
Kapolda Sumsel Penangkapan Ini Berawal Adanya Informasi Dari Masyarakat Bahwa Di Pasar 16 Ilir Palembang

Polda Sumsel – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menangkap tersangka inisial HI Alias DA (36), pedagang warga Tangga Takat Seberang Ulu 2 Palembang, Sumatera Selatan, atas kepemilikan ribuan butir obat-obatan yang tergolong kedalam obat keras/berbahaya dan terindikasi sudah kadaluarsa.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara mengatakan, penangkapan ini berawal adanya informasi dari masyarakat bahwa di Pasar 16 Ilir Palembang, sering beredar obat-obatan keras/berbahaya tanpa resep dokter dan parahnya lagi obat-obatan tersebut terindikasi sudah kadaluarsa.

Berbekal informasi itu, pada Selasa (26-9-2017) lalu, kepolisian melakukan razia di sejumlah toko obat dan ditemukan obat-obatan yang sudah kadaluarsa di ruko milik DA No.195 lantai 4 di Pasar 16 Ilir Palembang.

Dikatakan, dari hasil pemeriksaan pelaku sudah berjualan sebagai Apotek Rakyat Bersama sejak tahun 2007 dan pada 17 Mei 2017 apoteknya tutup.

Kendati demikian, pelaku tetap saja menjual obat yang sudah kadaluarsa hingga sekarang. Adapun modusnya, pelaku memotong tanggal kadaluarsa dan menghapusnya.

Dari HI kita amankan barang bukti sebanyak 2.132 jenis merek obat, sejumlah 196.361 butir dan 135.362 butir dari pelaku satu lagi yang masih dalam penyelidikan (DPO). Total keselurahan ada 331.723 butir obat berbahaya dan sudah kadaluarsa yang kita amankan, kata Kapolda Sumsel.

Sementara tersangka DA mengaku obat-obatan bekas tersebut didapat dari 20 orang lebih, yang dibelinya secara borongan dan belum habis masa pemakaiannya.

Namun dalam perjalanannya, obat yang telah dibeli ternyata tidak laku dijual sehingga yang sudah kadaluarsa disimpan dalam gudang. Saya dapat dari ibu-ibu, dia yang nawarin dan kita beli borongan, ucapnya.

Menurutnya, keuntungan dari berbisnis obat-obatan bekas ini cukup menggiurkan, karena sehari bisa mendapatkan laba bersih Rp. 200-500 ribu.

Obat yang kita jual macam-macam, ada obat pusing, demam, darah tinggi, banyak lagi yang lain, ucapnya. Adapun rincian obat-obatan itu diantaranya Clopidogrel 75 Mg 400 butir, Bioquinoni 400 butir, Anvomer B6 412 butir, Cefuvoxime Axetil 150 butir, Ala 600 Mg 210 butir, Osteor Plus 300 butir, Fitbon 220 butir dan Flexor 220 butir, dan lain-lain.

Pelaku sendiri akan dikenakan pasal 196 jo pasal 98 ayat 2 dan 3 dan / atau pasal 197 jo pasal 106 UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun atau denda sebanyak Rp. 1,5 Milyar.

SHARE