Home Informasi Berkala Kawanan Pelaku Yang Merampok Driver Taksi Online Menggunakan Akun Samaran

Kawanan Pelaku Yang Merampok Driver Taksi Online Menggunakan Akun Samaran

0
Kawanan Pelaku Yang Merampok Driver Taksi Online Menggunakan Akun Samaran

Polda Sumsel – Kawanan pelaku yang merampok driver taksi online HG Alias IW (42), menggunakan akun palsu saat memesan orderan meminta kepada korban agar diantarkan dari Bundaran Air Mancur Palembang ke kawasan Simpang Sungki Kertapati Palembang, Sumatera Selatan.

 

Demikian dikatakan isteri korban, CH (37), pada Rabu (25-10-2017). Menurutnya, akun yang memesan tersebut merupakan perempuan inisial JE. Namun, saat suaminya menjemput di kawasan Bundaran Air Mancur Palembang ternyata penumpangnya berjumlah empat orang dan semuanya laki-laki.

 

Suami saya tidak curiga karena para pelaku itu berpenampilan rapi dan usianya remaja tanggung. Dari situlah, walaupun yang mengirim orderan perempuan tidak terlalu dihiraukan suami saya.

 

Sebab, awalnya tidak tahu jika para penumpang itu akan merampok dan mengambil mobil yang dikendarai oleh suami saya, katanya saat ditemui di kediamannya.

 

Diungkapkannya, selama perjalanan dari Bundaran Air Mancur hingga Simpang Sungki Kertapati Palembang, keempat penumpang tersebut terlihat santai.

 

Bahkan mereka bernyanyi mengikuti musik yang ada di dalam mobil. Jadi, kata suami saya, sejak awal tidak ada hal-hal yang mencurigakan. Nah, kecurigaan mulai datang ketika mobil tiba di Simpang Sungki Palembang, dimana saat itu seorang pelaku meminta suami saya masuk kedalam lorong yang gelap yang ada di kawasan tersebut. Tak lama kemudian, pelaku yang duduk di jok tengah berteriak, ‘lanjakan’.

 

Saat itulah, suami saya di serang dan dipukuli para pelaku, kemudian mereka mengikat dan menutup mata dan mulut suami saya menggunakan lakban, ujarnya.

 

Lebih jauh dikatakannya, setelah suaminya tak berdaya, seorang pelaku mengambil kemudi mobil dan melanjutkan perjalanan. Selama diperjalanan, korban didudukan pelaku di jok bagian tengah.

 

Saat di jok tengah tersebut, dua pelaku yang duduk di samping kanan dan kiri memegang senjata tajam jenis pisau. Lalu, satu pelaku menempelkan pisau ke leher dan satu pelaku lainnya menempelkan pisau ke perut.

 

Kemudian kedua pelaku itu mengatakan, ‘jangan teriak kalau teriak kami bunuh’. Bukan hanya itu, suami saya juga mendengar ada pelaku yang mengatakan, ‘kito habisi bae apo’, lalu pelaku lainnya mengatakan, ‘jangan, kito buang bae’.

 

Dari itulah, suami saya dibuang pelaku ke jurang yang berada di kawasan Sungai Rambutan, Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, paparnya. Masih dikatakannya, dari kejadian tersebut dirinya tidak ada firasat apapun namun firasat datang kepada putrinya yang bungsu yang kini berusia 2 tahun.

 

Suami saya ini dari pagi kerja taksi online, sore harinya pulang namun karena hendak mengejar point makanya sekira pukul 21.00 wib, suami saya kembali keluar mencari penumpang. Kemudian sekira pukul 11.30 wib anak kami yang bungsu menangis terus, dari itulah saya menelpon suami saya agar pulang.

 

Tapi telphone saya tidak kunjung diangkat, hingga sekira pukul 00.30 wib, saya mendapat telphone dari suami saya yang mengabarkan jika sudah menjadi korban perampokan, jelasnya.

 

Lanjutnya, jika kejadian perampokan tersebut baru pertama dialami oleh semaminya yang sudah menjadi driver taksi online selama 1 tahun lebih.

 

Saya tidak menyangka jika kejadian ini menimpa korban. Apalagi suami saya ini jarang narik penumpang malam hari, kecuali untuk mengejar point taksi online. Kalau keseharian suami saya,

 

selain membawa taksi online dia juga Ketua Mushola yang ada di dekat rumah, tandasnya. Terpisah, Kapolres Ogan Ilir (OI) AKBP Arief Rifai diwakili oleh Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Agus Sunandar mengungkapkan, jika saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap dan menangkap para pelakunya.

 

Dalam mengungkap kasus ini, kita juga akan bekerja sama dengan tempat korban bekerja sebagai driver taksi online, ujar Kasat. 

SHARE