Home Informasi Serta Merta Kendarai Motor Protolan Para Siswa Dihukum Push Up Oleh Petugas

Kendarai Motor Protolan Para Siswa Dihukum Push Up Oleh Petugas

0

Polres Wonogiri —  Para siswa SMK 1 Giritontro Kabupaten Wonogiri, yang terkena razia ketika mengendarai sepeda motor protolan tanpa memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), dikenai hukuman untuk berolahraga push up.

Razia dilakukan oleh jajaran Polsek Giritontro Polres Wonogiri pimpinan Kapolsek AKP Dirodo, atas permintaan dari pihak sekolah, dalam upaya melakukan penertiban dan penegakan disiplin para siswa. SMK 1 Giritontro, terletak di 55 Kilometer arah selatan Ibukota Kabupaten Wonogiri. Sekolah kejuruan ini, memiliki program pendidikan (Prodi) Kelautan dan dipimpin Kepala Sekolah (Kasek) Riyanto.

Upaya untuk melakukan razia penertiban dan penegakan disiplin para siswa, masuk dalam program preventif edukatif pembelajaran sekolah di bidang Bimbingan Penyuluhan (BP). Untuk merealisasikannya, dilakukan razia penertiban yang digelar di depan gapura depan sekolah, bersamaan ketika para murid berdatangan masuk pagi hari.

Kapolres Wonogiri AKBP Muhamad Tora dan Kapolsek AKP Dirodo, menyatakan, kegiatan ini masuk dalam promoter kedelapan kinerja jajaran kepolisian, yakni dalam upaya membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat, guna mewujudkan situasi keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif dan terkendali.

Kasubag Humas Polres AKP Haryanto, menambahkan, untuk pelaksanaan razia motor protolan, diturunkan personel Aiptu Sutoyo, Aiptu Sunarso dan Aiptu Suharno. Bersama para guru BP SMK 1 Giritontro, melakukan pencegatan di depan gerbang masuk sekolah. Hasilnya, menjaring 11 siswa yang melakukan pelanggaran karena belum memiliki SIM, motornya protolan, tidak memakai helm pengaman, knalpot-nya diganti tidak standar, tidak ada lampu sein-nya, serta tidak dipasangi kaca spion.

Langkah penertiban ini, diharapkan akan memberikan dampak positif kepada murid lain, agar berperilaku tertib dan mentaati peraturan, serta tidak melakukan tindak pelanggaran. Meski langkah penertiban bagi kalangan siswa ini, sebenarnya memunculkan persoalan yang dilematis.

Pasalnya, manakala ditertibkan secara tegas, para siswa kesulitan untuk bersekolah, karena tidak ada angkutan umum yang melayaninya. Tapi ketika mereka berangkat dan pulang bersekolah mengendarai sepeda motor, siswa belum memiliki SIM, karena usianya belum dewasa. Idealnya, pemerintah menyediakan angkutan siswa seperti bus sekolah misalnya, tapi ini belum mungkin untuk direalisasikan oleh pemerintah.

(Humas Polres Wonogiri Polda Jateng)

(Polsek Giritontro)

SHARE