Home Informasi Berkala Lantaran Tidak Terima Anaknya Sudah Menjadi Korban Pencabulan, Yang Diduga Dilakukan YS...

Lantaran Tidak Terima Anaknya Sudah Menjadi Korban Pencabulan, Yang Diduga Dilakukan YS dan AD, Diketahui Tetangganya Sendiri

0
Lantaran Tidak Terima Anaknya Sudah Menjadi Korban Pencabulan, Yang Diduga Dilakukan YS dan AD, Diketahui Tetangganya Sendiri

Polda Sumsel – Lantaran tidak terima anaknya, MS (4), sudah menjadi korban pencabulan, yang diduga dilakukan YS dan AD, diketahui tetangganya sendiri, membuat AN (40), orang tua korban warga Jalan Dwikora II Lorong Tinta Emas Palembang, Sumatera Selatan, mendatangi Polresta Palembang. Kepada petugas pengaduan AN menuturkan kejadian yang dialami oleh anaknya MS, terjadi pada Rabu (25-10-2017) sekira pukul 10.00 wib.

 

Yang tak jauh dari kediamannya. Untuk kejadian persis kejadiannya saya kurang tahu Pak. Anak saya cerita kalau anunya sudah dimasukkan dengan tangan oleh YS dan AD, ungkapnya ketika ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, pada Rabu (25-10-2017) sore.

 

AN menuturkan, saat itu anaknya keluar dari rumah hendak ke warung untuk jajan, namun merasa anaknya tak kunjung pulang. Pelapor pun langsung mencari keberadaan anaknya. Tidak lama korban pulang kerumah.

 

Nah saat di rumah, anak saya bilang sakit saat kencing dan ketika saya tanya, dia bilang kemaluannya sudah dimasukkan jari oleh pelaku, katanya menuturkan apa yang diceritakan anaknya kepada petugas. Lanjut AN, dari pengakuan anaknya, dia dicabuli oleh dua terlapor.

 

Dari cerita anak saya, yang pertama melakukan aksi itu adalah YS. Setelah itu anak saya diantar pulang oleh Ad dan dicabuli juga olehnya, katanya.

 

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIK melalui KA SPK Ipda Dennie mengatakan laporan orang tua korban sudah diterima pihaknya.

 

Laporan sudah kita terima, korban juga sudah kita minta untuk visum, guna penyelidikan lebih lanjut, oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Polresta Palembang, katanya.

SHARE