Home POLDA SUMATERA SELATAN Mereka Kecewa Dan Melakukan Aksi Penyegelan Kantor Lantaran Terkendala Komunikasi Dengan Pejabat...

Mereka Kecewa Dan Melakukan Aksi Penyegelan Kantor Lantaran Terkendala Komunikasi Dengan Pejabat PUPR

0
Mereka Kecewa Dan Melakukan Aksi Penyegelan Kantor Lantaran Terkendala Komunikasi Dengan Pejabat PUPR

Polda Sumsel – Puluhan mitra kerja Pemerintah Daerah Muratara, Sumatera Selatan, pada Senin (23-10-2017) mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR) Muratara. Mereka kecewa dan melakukan aksi penyegelan kantor lantaran terkendala komunikasi dengan pejabat PUPR di Muratara.

 

Salah satu pihak rekanan yang ikut melakukan aksi, Bayu menuturkan, awalnya mereka ingin meminta kejelasan informasi mengenai pengadaan proyek pembangunan di Muratara, yang selalu di-pending oleh Dinas PUPR Muratara sejak Januari lalu hingga sekarang.

 

Namun, ketika mereka ingin melakukan koordinasi dengan sejumlah pejabat di Dinas PU PR Muratara, seperti kepala dinas dan sekertaris. Kedua pejabat ini selalu tidak berhasil ditemui, lantaran tidak pernah masuk kerja hingga tiga bulan. Kami ingin koordinasi dan banyak permasalahan proyek yang ingin ditanyakan.

 

Kenapa ada pending, apakah semuanya sudah masuk sistem lelang. Tapi, kedua pejabat ini tidak pernah masuk kantor sampai berbulan-bulan, katanya. Karena kesal dan tidak pernah mendapatkan kejelasan informasi, akhirnya sekira pukul 11.22 wib, puluhan rekanan yang kecewa melakukan penyegelan kantor PUPR tersebut.

 

Kami segel kantor ini dan tidak akan kami buka sampai dua pejabat ini datang. Kami mempertanyakan kenapa kepala dinas dan sekretaris tidak pernah masuk kantor, apakah memang begitu sistem pemerintahan, ucapnya.

 

Bayu menyarankan, jika kepala dinas dan sekertaris PUPR tidak mau bekerja lagi, sebaiknya mereka mengundurkan diri. Pihaknya juga meminta kepada Bupati Muratara agar memperhatikan kinerja bawahan.

 

Kalau honorer tidak masuk kerja tiga hari saja di kenakan sanksi, apa lagi kepala dinas. Mereka ini sudah tidak pernah masuk sampai berbulan-bulan, bagaimana cara pemerintah kerja, kalau tidak mau masuk ke kantor sampai tiga bulan, ungkapnya.

 

Saat melakukan aksi penyegelan tersebut, sejumlah pegawai yang berada di dalam kantor Dinas PU PR keluar dan meninggalkan ruangan.

 

Para pegawai banyak memilih pulang lebih awal, karena kantor mereka ditutup total akibat penyegelan tersebut. MI, salah satu pegawai di Dinas PUPR mengaku, tidak bisa melakukan aktivitas normal dan mereka harus pulang lebih awal akibat insident tersebut.

 

Karena disegel, kita tidak bisa bekerja di dalam. Jadi, kita ikut pulang seperti teman-teman lainnya, ucapnya. Sementara itu, sempat terjadi perdebatan sengit antara pihak rekanan dengan Kasat Sat Pol PP Muratara, Chaidir Kelingi.

 

Awalnya Chaidir Kelingi menjelaskan upaya yang dilakukan oleh rekanan itu dianggap menyalahi aturan, namun imbauanya langsung ditolak oleh sejumlah pihak rekanan. Saya tidak bisa menghadirkan Amiril atau Yantulak, tapi yang saya ingin jelaskan upaya penyegelan ini menyalahi aturan, saya mohon dibuka jangan sampai mengganggu kinerja pemerintahan, tegas Kasat Sat Pol PP Muratara.

 

Dia menyarankan kepada pihak rekanan untuk menempuh upaya lain, dalam menyampaikan aspirasi. Kalau ada masalah langsung saja dihubungi yang bersangkutan. Saya hanya mengurusi soal pengamanan aset daerah, karena wilayah perkantoran ini memang bagian Sat Pol PP, jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Yantulak maupun Sekretaris, Amiril tidak bisa dihubungi. Informasi yang dihimpun, sekira pukul 14.37 wib aksi penyegalan tersebut masih tetap berlangsung. Bahkan pihak rekananan menggembok Kantor Dinas PUPR sambil menunggu kedatangan kedua pejabat PUPR tersebut.

 

Pantauan di lapangan, kondisi di lingkungan perkantoran Bupati Muratara juga sepi aktivitas, karena sejumlah pejabat seperti Bupati, Sekda, Wakil Bupati dan Asisten I sedang dinas luar.

 

Asisten III Pemda Muratara, Alwi Roham yang sempat dikoonfirmasi mengenai informasi penyegelan Kantor Dinas PUPR Muratara enggan menanggapi permasalahan ini lebih lanjut. Saya no coment, ujarnya singkat. 

SHARE