Home POLDA SUMATERA SELATAN Pasca Aksi Unras Di Kantor Bupati Muratara Disegel dan Dirusak, Pegawai Pemkab...

Pasca Aksi Unras Di Kantor Bupati Muratara Disegel dan Dirusak, Pegawai Pemkab Diduga Takut Masuk Kerja

0
Pasca Aksi Unras Di Kantor Bupati Muratara Disegel dan Dirusak, Pegawai Pemkab Diduga Takut Masuk Kerja

Polda Sumsel – Pasca aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Musirawas Utara, Sumatera Selatan, yang berujung massa menyegel dan merusak sebagaian kaca jendela dan pintu di kantor bupati serta aksi pemblokiran Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), pada Selasa (26-9-2017).

 

Sejumlah pegawai Pemkab Muratara tampak sepi, diduga takut untuk masuk kerja. Pantauan di lapangan, meskipun sepi pegawai kantor Bupati Muratara dan kantor SKPD sudah kembali beraktifitas.

 

Sepinya pegawai diduga pegawai masih khawatir bisa masuk kerja tapi tidak bisa pulang karena akses jalan diblokir massa. Sementara bekas pembakaran ban di Jalinsum, sudah dibersihkan oleh tim kebersihan, sedangkan taman yang terinjak oleh massa juga sudah dirapihkan kembali. Bahkan rambu-rambu lalu lintas yang digunakan massa untuk memblokir akses Jalinsum tampak sudah diperbaiki oleh pegawai Dishub Muratara.

 

Kadishub Muratara, Alha Warismi mengungkapkan, ada tujuh titik rambu-rambu lalu lintas di depan kantor Bupati Muratara yang digunakan massa untuk memblokir Jalinsum saat aksi demo terjadi.

 

Namun saat ini pihaknya sudah memasangnya kembali. Alhamdulillah, rambu-rambu lalu lintas yang digunakan untuk memblokir jalan itu tidak ada yang rusak. Tapi hanya dirobohkan saja, sekarang sudah dipasangkan kembali dan diletakkan kepada posisinya seperti semula.

 

Sehingga pengendara masih tetap bisa memanfaatkannya sebagai penunjuk jalan, ucapnya. Sementara ‘HE’ (30), salah satu pegawai Pemkab Muratara mengatakan, jika dirinya sangat khawatir bekerja sebab takut nanti massa kembali melakukan tidakan anarkis. Padahal ia dan pegawai lainnya hanya bekerja dan tidak pernah tahu tentang permasalahannya hingga membuat massa melaklukan aksi demo.

 

Kami tetap bekerja tapi sedikit khawatir. Karena kemarin massa sempat masuk ke ruang kerja. Meminta kami untuk pulang padahal pekerjaan masih banyak, ucapnya.

 

Ia berharap permasalahan yang membuat massa aksi melakukan unjuk rasa dapat segera terselesaikan, supaya ia dan pegawai lainnya bisa bekerja kembali dengan normal. Selain itu dirinya juga berharap, apabila kedepan ada permasalahan, diselesaikan dengan cara duduk bersama.

SHARE