Home Informasi Setiap saat Pengedar Asal Penglatan Dibekuk, Bandar Sabu Diburu Polisi

Pengedar Asal Penglatan Dibekuk, Bandar Sabu Diburu Polisi

0

Polda Bali – Polres Buleleng, Nekad memperdagangkan sabu-sabu, pengedar barang haram Kadek Ardana tak berkutik ketika dibekuk tim Satuan Resnarkoba Polres Buleleng, Senin (2/10) pekan lalu.

Praktis, pria kerap disapa Dek Abang warga Banjar Dinas Kelodan, Desa Penglatan Kecamatan/Kabupaten Buleleng terancam harus mendekam dibalik jeruji besi selama kurang lebih 12 tahun lamanya.

Kronologi penangkapan terhadap tersangka Dek Abang berhasil dilakukan berkat informasi dari masyarakat yang mulai geram dengan peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Sawan.

Berangkat dari informasi tersebut, petugas berhasil mengantongi ciri-ciri tersangka, hingga akhirnya berhasil melakukan penangkapan terhadap pria yang mengaku bekerja sebagai buruh serabutan tersebut.

“Tersangka ditangkap petugas pada Senin (2/10) sekira pukul 12.00 wita saat hendak menjual sabu-sabu pada seorang pengguna di wilayah Kecamatan Sawan, Buleleng. Lokasinya tepatnya, di pinggiran Jalan Banjar Dinas Dangin Yeh, Desa Giri Mas, Kecamatan Sawan Buleleng,” kata Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP I Ketut Adnyana TJ, Selasa (10/10) siang.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil menemukan satu paket sabu seberat 0.30 gram brutto, yang dibungkus oleh Dek Abang dengan menggunakan selembar struk (nota) belanja.

Tanpa melalukan perlawanan, Dek Abang langsung digiring petugas menuju Mapolres Buleleng untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka menjual sabu-sabu dengan menggunakan sistem head to head alias bertemu langsung dengan si pemesan,” imbuhnya.

Diakui AKP Adnyana, saat ini pihaknya sudah menetapkan satu orang DPO, yang diduga berperan sebagai bandar narkobanya.

Bahkan, dirinya pun tak menampik jika sampai saat ini wilayah Kecamatan Sawan masih termasuk dalam zona merah peredaran narkotika.

“Ya ada pemain-pemain lama masih tetap bermain di wilayah Sawan. yang sudah keluar dari penjara kembali berulah. Bandarnya ada satu orang, ini sementara masih kami buru. Sudah kami tetapkan sebagai DPO. Mudah-mudahan minggu ini kami bisa melakukan penangkapan terhadap bandar tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, dihadapan awak media, tersangka Dek Abang mengaku jika bisnis haram tersebut baru ia lakoni belum lama ini. Tak hanya berperan sebagai pengedar, pria kelahiran Sangsit, 15 Agustus 1992 ini juga mengaku bila dirinya merupakan seorang pengguna sabu-sabu.

“Saya ambil dari teman. Belum ada sebulan saya jualan sabu-sabu,” akunya.

Mempertanggungjawabkan perbuatannya, pihak kepolisian kini menjerat tersanga Dek Abang dengan pasal 112 ayat (1), dengan acaman hukuman paling lama 12 tahun penjara, serta dengan denda paling banyak Rp 8 Miliar.

SHARE