Beranda POLDA SUMATERA SELATAN Personil Polres Banyuasin Amankan Aksi Unras di PT Samator Gas Industri

Personil Polres Banyuasin Amankan Aksi Unras di PT Samator Gas Industri

0
Personil Polres Banyuasin Amankan Aksi Unras di PT Samator Gas Industri

Polda Sumsel – Bertempat di Halaman kantor PT. Samator Gas Industri Desa Gasing Kec. Talang Kelapa Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Kamis (5-10-2017) sekira pukul 10.00 wib, telah dilaksanakan Aksi Damai / Solidaritas dari Karyawan PT. Samator Gas Industri dan SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia), Ramlianto selaku Koordiantor Aksi dan jumlah Massa​ ± 50 orang dengan menggunakan mobil komando, bendera organisasi SBSI, Spanduk, alat pengeras suara (TOA), adapun tuntutan dari para peserta aksi adalah, sebagai berikut meminta Pengawas Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan mengeluarkan nota pemeriksaan.

Mempekerjakan kembali karyawan yang di PHK dengan alasan berakhirnya massa kontrak. Menuntut agar menggangkat seluruh buruh kontrak (PKWT/Perjanjian kerja Waktu tertentu) menjadi karyawan tetap (PKWTT/perjanjian kerja waktu tidak tertentu).

Meminta Perusahaan segera membuat surat keputusan tentang pengangkatan PKWT menjadi PKWT. Sekira pukul 10.20 wib, diruang rapat PT. Samator Gas Industri dilaksanakan mediasi antara perwakilan peserta aksi sebanyak 3 (tiga) orang yaitu Ramlianto, Descik Amin dan Ferry dengan perwakilan managemen PT. Samator Gas Industri yaitu Aditya selaku Manager HRD dan Pihak Polres Banyuasin Waka Polres Banyuasin, Kompol Tommy Bambang Souissa, SIK, Kabag Ops Polres Banyuasin, Kompol Harris Batara, SIK, Kasat Intelkam Polres Banyuasin, AKP Mulyono, SH, M.Si.

Berdasarkan keterangan dari pihak pekerja yang diwakili oleh Ramlianto meminta dan berharap kepada pihak Samator untuk menjelaskan status tenaga kerja yg sdh di PHK maupun yang akan di PHK terkait dengan pekerjaan yang menunjang atau pekerjaan pokok sebagai driver di PT. Samator Gas Industri dengan ketentuan dan perundang-undangan.

Aditya selaku HRD PT. Samator Gas Industri bhw putusnya suatu pekerjaan antara perusahaan dan pekerja berdasarkan sesuai d gn perjanjian kerja antara tenaga kerja dengan perusahaan sesuai dgn batasan waktu yang telah ditentukan dan disepakati antara kedua pihak tanpa ada paksaan serta dgn kesadaran masing-masing pihak.

Terkait dengan tuntutan uang lembur karena pihak perusahaan sudah memberikan uang jalan (uang premi) kepada setiap pekerja selaku driver kendaraan untuk distribusi ke pihak pembeli melalui order produk perusahaan dan apabila pekerja yang telah habis kontrak kerja dengan pihak perusahaan untuk melamar pekerjaan kepada pihak ketiga selaku penyedia jasa driver yaitu PT. Esa Garda Pertama (EGP).

Dan apabila tidak sesuai silahkan pekerja melakukan upaya hukum yang berlaku. Selanjutnya terkait dgn pemotongan upah pihak perusahaan tidak pernah melakukan pemotongan upah. Sekira pukul 12.45 wib massa membubarkan diri dalam kondisi aman terkendali.

BAGIKAN