Home Informasi Setiap saat Polres Grobogan Gelar Revolusi Mental di SMA Toroh

Polres Grobogan Gelar Revolusi Mental di SMA Toroh

0
Polres Grobogan Polda Jateng, Patroli Penyelamat Generasi Bangsa (PAMATGENSA) pembinaan revolusi mental dilakukan oleh Sat SabharaPolres Grobogan guna mempersiapkan penerus generasi bangsa yang berkualitas modern dan kepribadian dalam kebudayaan. Kegiatan tersebut dilakukan di Sekolah SMA1 Toroh, Kecamatan Toroh, Grobogan Jawa Tengah, selasa (3/10).
Kegaiatan Patroli  yang dilakukan dengan melakukan permainan game dan outbond, disekolah tersebut merupakan trobosan dari Pores Grobogan dengan bekerjasama dengan pihak sekolah sekaligus menjadi Gerakan Nasional Revolusi Mental untuk generasi muda.
KBO Satsabhara IPDA Mujiyadari, menuturkan Patroli tersebut merupakan trobosan dari Polres Grobogan, dengan menyisipkan 5 permainan outbond, untuk melatih kesabaran kebersamaan anak-anak dalam memecahkan persoalan.
“Karena mereka anak kelas tiga mungkin mereka nanti ada yang pejabat nanti berharap bisa kerjasama. Permaianan ini cara penyelesaikan masalah dengan kesebaran. Di SMAN1 Toroh ini  yang ke empat kalinya selain SMA yang lain,” tuturnya.
Dijelaskan kegiatan tersebut juga untuk membekali anak-anak sekolah, agar menjadi generasi yang baik saat jam-jam sekolah tidak ada yang bolos. “Harapan kami generasi ke depan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan tak ada pelanggaran narkoba, lalu-lintas, saat jam-jam  sekolah tidak ada yang nongkrong di warung-warung kopi,” imbuhnya.
Kepala Sekolah SMA1 Toroh, Drs Aris Supriyadi, M.Pd., menuturkan pihaknya berterimakasih lantaran sekolah yang dipimpinya dijadikan tempat PAMATGENSA oleh Polres Grobogan, “ Terimakasih pada Polres Groboga berperan kegiatan preventif menanggulangi kekerasan anak-anak  narkoba menyemangati semagat dalam karakter. Terutama nasionalisme patriotisme tidak percaya pada berita bohong,” tuturnya.
Pihaknya berharap kegiatan tersebut bisa menanggulangi kenakalan anak-anak sekolah sehingga kedepan menjadi generasi yang berakhlak dan bermartabat. Ia memilih kelas tiga lantaran sebentar lagi mereka akan lulus.
“Menuju lulusan berakhlak mulia.  Terutama kenakalan, narkoba berbagai jenis saya senang kalau bisa kegiatan ini  tidak hanya di sekolah kami sehingga generasi yang akan menerima estafet perlu dipersiapkan,” pungkasnya.
SHARE