Home Informasi Serta Merta Polres Musi Rawas Gerak Cepat Tangani Kasus Pencabulan Ibu Rumah Tangga Di...

Polres Musi Rawas Gerak Cepat Tangani Kasus Pencabulan Ibu Rumah Tangga Di Muratara

0

Muratara, Sumsel – Polsek Karang Dapo menerima laporan Polisi dari Seorang Ibu rumah tangga anak satu yang menjadi korban pencabulan, sebut saja melati (21) warga Kelurahan Karang Dapo Kabupaten Muratara.

Mendasari Laporan Polisi LP/B-33/ IX /2017/SS/Res.Mura/Sek KRDP tanggal 30 September 2017, Polsek Karang Dapo langsung melakukan upaya Kepolisian dengan menerima laporan, mengambil keterangan korban dan saksi-saksi.

Pada malam harinya (30/09) sekira jam 21.00 wib, Pelaku pencabulan Haryono (55) warga Karang Dapo berhasil diamankan dirumahnya.

Kapolres Mura AKBP Pambudi, SIK melalui Kapolsek Karang Dapo A. Yani menerangkan Pasal yang disangkakan yaitu 289 KUHPidana.

“Kejadian pada (30/09) sekira jam 17.00 wib saat itu Pelaku bermoduskan menawarkan pengobatan alternatif kepada korban dirumahnya. Karena merasa kurang sehat badan, korban terbujuk untuk dipijat Pelaku.

Pada awalnya Pelaku memijat punggung, lalu meraba keperut, lalu tangan masuk kedalam baju dan meremas payudara korban. Saat Pelaku hendak merambah kemaluan, korban langsung berdiri. Atas kejadian tersebut korban merasa tidak senang dan melaporkan kejadian ke Polsek Karang Dapo” ujar Kapolsek.

Setelah menerima laporan, Petugas langsung mengamankan Tersangka di rumahnya tanpa perlawanan. Pelaku tidak bisa mengelak setelah ditunjukan bukti CCTV (Closed Circuit Television) yang menunjukan Pelaku masuk kerumah Korban dan sedang melakukan perbuatannya.

Ditambahkan Kapolsek “Pelaku sudah mengakui perbuatannya, Ianya nekat meremas payudara korban karena nafsu birahi. Modusnya Pelaku memijat dengan alasan agar air susu korban lancar dan meremas kemaluan agar penyakit keluar dari air seni.

Saat ini Pelaku sudah diamankan di Polsek Karang Dapo, “Bila tidak gerak cepat, Pelaku bisa menjadi amuk massa. Saat ini untuk melengkapi proses penyidikan Korban sudah kami ajukan untuk Visum dan Saksi-Saksi sudah kami periksa secara maraton” terang Iptu Yani.

SHARE