Home Informasi Serta Merta Puluhan Truk Batubara Terpaksa Ditilang Karena Melanggar Jam Operasional, Di Terminal Regional...

Puluhan Truk Batubara Terpaksa Ditilang Karena Melanggar Jam Operasional, Di Terminal Regional Muaraenim

0
Puluhan Truk Batubara Terpaksa Ditilang Karena Melanggar Jam Operasional, Di Terminal Regional Muaraenim

Polda Sumsel – Tim Yustisi Pemerintah Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, melakukan razia gabungan terhadap angkutan orang, barang, dan batubara. Puluhan truk batubara terpaksa ditilang karena melanggar jam operasional, di terminal regional Muaraenim, pada Rabu (5-10-2017).

 

Dari informasi dan pengamatan di lapangan, razia gabungan yang terdiri dari Dishub, Polres dan PM tersebut akan dilaksanakan selama tujuh hari dari tanggal 4-11 Oktober 2017 dengan sasaran angkutan orang, barang dan batubara.

 

Petugas gabungan memeriksa secara keseluruhan mulai dari KIR, izin usaha, kartu pengawasan, STNK dan sebagainya. Dari hasil razia tersebut yang paling banyak adalah truk angkutan batubara karena mengangkut batubara pada pagi hari tidak sesuai dispensasi izin yang diberikan Gubernur yakni sekira pukul 18.00 wib sampai pukul 06.00 wib.

 

Menurut Kadishub Muaraenim, Riswandar didampingi Koordinator Tim Yustisi Muzakar yang juga Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan Dishub Muaraenim, sesuai dengan surat tugas dari Bupati Muaraenim, bahwa uji petik (razia) tersebut akan dilaksanakan tanggal 4 -11 Oktober 2017, dengan sasaran kendaraan angkutan orang, barang, dan angkutan batubara.

 

Adapun yang diperiksa buku KIR, izin usaha, kartu pengawasan, STNK, kelengkapan kendaraan (laik atau tindak), dan khusus mobil angkut batubara kerapian menutup batubara (terpal), dan sebagainya.

 

Kalau tidak ada ketiga-tiganya berarti kendaraan tersebut patut dipertanyakan bodong apa tidak, maka kita akan serahkan ke Polisi. Dikatakan Riswandar, khusus angkutan batubara kita sudah wanti-wanti terhadap supirnya untuk mematuhi aturan yang telah ada seperti tidak melanggar jam operasional, tonase, terpal penutup yang rapi dan tidak koyak-koyak, batubara diangkut harus sesuai DO, berkendaraan tidak konvoi, tidak ugal-ugalan dan lain-lain.

 

Ditambahkan Muzakar, bahwa tujuan uji petik, supaya buku KIR yang masa berlakunya habis masyarakat tergugah untuk mengurusnya, karena hal tersebut akan meningkatkan income PAD.

 

Untuk buku KIR itu harus diperbaharui enam bulan sekali. Tadi ditemukan kendaraan yang sudah tiga tahu tidak melakukan KIR, jadi yang dirugikan Pemda. Kita akan melakukan Penertiban, Pengawasan dan penindakan, tegas Muzakar.

SHARE