Home Informasi Berkala Ribuan Rumah Terendam Banjir di Besitang Langkat

Ribuan Rumah Terendam Banjir di Besitang Langkat

0

SDN 056648 Pantai Buaya, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Langkat terpaksa ditutup sementara akibat terendam banjir, Rabu (11/10) pagi.
Curah hujan tinggi melanda dua desa dan tiga kelurahan di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat menyebabkan ribuan rumah terendam banjir termasuk puluhan fasilitas umum seperti sekolah dan perkantoran, Rabu (11/10) pagi. Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa.

Selain itu, sebuah jembatan permanen 4 x 7 meter ambruk, termasuk dua gorong-gorong ikut hanyut akibat diterjang banjir di Dusun Bukit Gapuk Atas, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, termasuk beberapa sekolah terendam.

Banjir kali ini membuat banyak warga mengungsi ke tempat yang lebih aman karena mereka ‘dihantui’ trauma dengan peristiwa banjir bandang yang terjadi pada Jumat 2 Desember 2006 lalu yang mengakibatkan ribuan rumah rusak berat dan memakan sejumlah korban jiwa, dengan ketinggian air mencapai 3 meter, ujar Sekcam Besitang, M Idris SSos dilokasi banjir.

Dari Camat Besitang, Ibnu Hajar SSos menyebutkan, kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan terdapat di Desa Bukit Mas. Sementara dampak banjir terparah terjadi di Desa Sekoci, tidak banyak rumah yang terendam.

Rumah yang terendam banjir di Desa Bukit Mas, kata dia, sekira 100 unit, di Desa Sekoci 471 unit, di Kelurahan Kampunglama 500 unit, Kelurahan Pekan Besitang 225 unit dan di Kelurahan Bukit Kubu 300 rumah, dengan total sementara 1596 rumah

Untuk membantu warga, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Tagana, Kemensos Kab Langkat telah mendirikan beberapa Posko penampungan pengungsi dan sejumlah perahu karet guna mengevakuasi warga, ditambah 2 perahu karet berikut personil Marinir – 8 Tangkahanlagan, Pangkalan Brandan diturunkan ke lokasi banjir di Desa Sekoci.

Selain itu, bantuan makanan seperti mi instan, sembako dan lainnya juga datang dari warga, pengusaha, dermawan termasuk Forkopim Kecamatan Besitang sudah tiba di lokasi penampungan banjir, ucap Ibnu Hajar.

Di Jalinsum Kelurahan Kampunglama, ratusan warga sibuk mengeluarkan harta benda dari dalam rumah mereka untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman dengan menggunakan betor, mobil pick-up dan sepedamotor.

Warga mengungsikan harta bendanya karena mereka takut seperti kejadian banjir bandang yang mengakibatkan ribuan rumah rusak berat bahkan menelan korban jiwa pada tahun 2006 lalu yang ketika itu ketinggian air mencapai 3 meter.

Selain banjir menggenangi pemukiman dengan ketinggian air mencapai 1 meter di pinggiran Jalinsum, sejumlah rumah juga terendam banjir persis berada di bibir jalur Sungai Besitang di Kelurahan Kampunglama.

Dari keterangan warga setempat, derasnya hujan, Selasa sore hingga Rabu (1/10) dinihari itu menjadikan debit air bertambah tinggi di Sungai Besitang. Akibatnya air meluap hingga ke permukiman warga, bahkan di beberapa titik ruas jalan negara terlampaui banjir dengan ketinggian air mencapai 15 Cm.

Sementara itu, sejumlah sekolah, SDN, MTSN di Jalinsum Besitang terpaksa ditutup akibat banjir. Selain itu, Kantor Kelurahan Kampunglama, Kantor KUA dan Kantor Koramil 14/Besitang juga tidak luput dari banjir. Rabu sore, banjir sudah berangsur surut.

Tidak hanya itu, selain sekolah negeri, juga sejumlah sekolah swasta di Desa Bukit Mas dan Desa Sekoci juga trendam bajir. Untuk sementara waktu, proses belajar/mengajar terpaksa diliburkan, ujar Ka UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Besitang, Syahrin Ritonga MPd.

SHARE