Beranda Informasi Berkala Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Sumsel Menggrebek Gudang Penyimpanan Garam Ilegal Di Jalan...

Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Sumsel Menggrebek Gudang Penyimpanan Garam Ilegal Di Jalan Talang Keramat Kabupaten Banyuasin

0
Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Sumsel Menggrebek Gudang Penyimpanan Garam Ilegal Di Jalan Talang Keramat Kabupaten Banyuasin

Polda Sumsel – Satgas Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menggrebek gudang penyimpanan garam ilegal di Jalan Talang Keramat Kelurahan Talang Keramat Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, pada Kamis (28-9-2017).

 

Sebanyak 23 ton garam konsumsi merek “GMJ” tanpa izin edar dari BPOM disita dari dalam ruko, yang berada tepat di depan SDN 24 Kecamatan Talang Kelapa tersebut.

 

Pantauan dilapangan, garam baik jenis kasar maupun halus tersebut disusun dalam kemasan tiga kilogram (satu pak) yang dibagi lagi menjadi 20 bungkusan kecil dengan berat @150 gram.

 

Selain menyita barang bukti 23 ton garam, Polda Sumsel pun turut mengamankan tiga orang warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang merupakan pegawai distributor tersebut.  Salah satunya yaitu SU (46), yang mengaku telah dua tahun mengedarkan garam tersebut di Sumsel.

 

Dia bersama dua rekannya tinggal di dalam ruko dua tingkat tersebut. Kami edarkan ke pasar-pasar tradisional di Palembang, Banyuasin, hingga ke Sungai Lilin Musi Banyuasin, ujarnya.

 

Dikatakan, dia tidak tahu menahu terkait segala izin yang diperlukan terkait kegiatan niaga yang dilakukannya. Sebab, berdasarkan perintah atasannya yang disebutnya inisial RU, mereka tidak perlu memikirkan hal tersebut karena seluruh izin telah diurus dan mereka hanya tinggal bekerja mendistribusikan barang.

 

Kami jual Rp. 11-15 ribu per pak, kemasan tiga kilogram, ucapnya. SU mengungkapkan juga, sebelum penyitaan tersebut pihaknya pernah didatangi oleh penyidik Polda Sumsel yang menanyakan surat izin yang dimilikinya. 

 

Saya kasih surat-surat yang ada, tapi saya tidak tahu persis surat apa itu. Saya hanya diperintahkan oleh bos untuk menjual dan mengedarkan garam saja, ujarnya. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, garam konsumsi tersebut diproduksi oleh pabrik UD Gajah Duduk yang beroperasi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ruko yang digrebek merupakan gudang distribusi pabrik tersebut.

 

Penyelidikan berawal dari temuan produk yang telah beredar di masyarakat tersebut tidak tercantum izin edar serta ketentuan lain yang seharusnya dicantumkan.

 

Setelah koordinasi dengan Balai POM, ternyata benar bahwa produk tersebut tidak ada izin edarnya. Oleh karena itu kami melakukan penindakan, katanya.

 

Menurutnya, dari temuan tersebut kepolisian akan memeriksa lebih lanjut terhadap tiga saksi yang merupakan pegawai distributor tersebut. Termasuk, pemilik yang diketahui merupakan warga Kabupaten Pati, segera dipanggil untuk dimintai keterangan.

 

Namun yang terpenting saat ini, pihaknya akan melakukan uji laboratorium terhadap kandungan garam itu sendiri, apakah kandungannya sesuai dengan persentase yang seharusnya atau tidak.

 

Sebab, akan berbahaya untuk dikonsumsi apabila kandungannya tidak sesuai. Untuk barang yang sudah terlanjur beredar akan ditindaklanjuti setelah uji laboratoriumnya.

 

Ditarik atau tidak, kita lihat hasil uji lab nanti, ujarnya. Masyarakat pun kita himbau untuk cermat dalam berbelanja. Lihat kemasan makanan yang sesuai dengan ketentuan seperti label halal dan masa berlaku untuk keamanan diri sendiri dalam mengonsumsi produk yang beredar, ujarnya.

 

Apabila terbukti melanggar, maka para pelaku akan terjerat pasal 142 jo pasal 91 ayat 1 UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan serta pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1a UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan terancam lima tahun kurungan penjara.

BAGIKAN