Home Informasi Setiap saat Sempat Terlibat Aksi Kejar-Kejaran, Pengedar Sabu Lintas Kabupaten Dibekuk Polisi

Sempat Terlibat Aksi Kejar-Kejaran, Pengedar Sabu Lintas Kabupaten Dibekuk Polisi

0

Bak film action, aksi kejar-kejaran sempat mewarnai proses penangkapan terhadap pengedar sabu-sabu lintas kabupaten, Komang Irwin Pranata alias Erwin (45).
Anggota Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Buleleng bahkan terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan sebelum akhirnya tersangka berhasil diringkus polisi.

Erwin beralamat di Jalan Kembang Matahari, Dusun Ketapian, Desa Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar diringkus polisi ketika hendak melakukan transaksi di Singaraja, persisnya di seputaran Jalan Mayor Metra, Kelurahan Liligundi, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Rabu (4/10) malam.
Kronologi penangkapan terhadap tersangka berhasil setelah jajaran Reskoba Buleleng sebelumnya sempat mendapatkan informasi dengan jajaran kepolisian Denpasar akan ada pengiriman barang haram dari Denpasar menuju Singaraja.
Berangkat dari informasi tersebut, petugas pun mengantongi ciri-ciri tersangka, hingga akhirnya polisi melakukan penyanggongan, dan akhirnya berhasil melakukan penangkapan terhadap pria yang mengaku bekerja sebagai makelar mobil.
“Turun dari mobil, tersangka mondar-mandir di depan sebuah toko modern di Liligundi pada Rabu (4/10) sekitar jam 08.00 malam,” ujar Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP I Ketut Adnyana TJ, Kamis (12/10) siang.

Saat penagkapan, sambung AKP Adnyana, tersangka bukannya menyerah, malah mencoba melarikan diri hingga anggota Reskoba Polres Buleleng sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan tersangka.
“Petugas melontarkan tembakan peringatan satu kali, dan akhirnya tersangka menyerah. Kalau masih lari, terpaksa kami dor saja,” katanya.
Dari penggeledahan terhadap tersangka, polisi berhasil menemukan satu paket kristal bening narkotika jenis sabu seberat 1 gram atau 0.80 gram brutto dibungkus plastik plip kecil dilakban hitam ditempatkan dalam bungkus rokok sampurna mild menthol.

Nah, saat penangkapan polisi juga menemukan sabu-sabu seberat 2 gram di sekitar lokasi.
“Tersangka mengelak, mengaku tak mengetahui sabu seberat 2 gram di sekitar lokasi. Transaksi sabu-sabu dengan menggunakan sistem head to head alias bertemu langsung dengan si pemesan. Ya, tersangka ini pengedar,” imbuhnya.
Saat ini jajaran Reskoba sudah menetapkan satu orang DPO, yang diduga berperan sebagai bandar narkobanya.
Sementara itu, dihadapan awak media, tersangka Erwin berkelit kerap melakukan perdagangan sabu lintas kabupaten.
Bahkan dihadapan petugas tersangka mengaku bisnis haram tersebut baru dilakoni belum lama, dan dirinya hanya berperan sebagai kurir.

Pria berkacamata kelahiran Denpasar, 11 Mei 1972 ini juga mengaku bila dirinya merupakan seorang pengguna sabu-sabu.
“Saya baru satu kali mengantarkan sabu-sabu. Barang ini didapat dari seseorang di Denpasar,” akunya.
Mempertanggungjawabkan perbuatannya, pihak kepolisian kini menjerat tersangka Erwin dengan pasal 112 ayat (1), dengan acaman hukuman paling lama 12 tahun penjara, serta dengan denda paling banyak Rp 8 Miliar.

SHARE