Home Informasi Berkala Terlibat Begal Sadis, Oknum Pelajar Belasan Tahun Dibekuk Polisi

Terlibat Begal Sadis, Oknum Pelajar Belasan Tahun Dibekuk Polisi

0
Terlibat Begal Sadis, Oknum Pelajar Belasan Tahun Dibekuk Polisi

Polda Sumsel – Tiga remaja yang masih berumur belasan tahun, pada Selasa (3-10-2017), dibekuk jajaran Satuan Reserse Kriminal Unit Ranmor Polresta Palembang, lantaran terlibat aksi begal sadis menggunakan senjata sajam jenis parang di kawasan Kalidoni Palembang, Sumatera Selatan.

 

Tragisnya lagi, dua dari tiga tersangka masih berstatus oknum pelajar SMK dan SMA di salah satu sekolah di Kota Palembang. Para tersangka yang masih di bawah umur ini, masing-masing berinisial AR (18), SD (oknum pelajar) dan RK (oknum pelajar).

 

Mereka diburu polisi setelah korban berinisial SP (15), seorang remaja yang tinggal di Jalan Baling V Kecamatan Sako Palembang, akhir September kemarin melapor ke Polresta Palembang. Ketika diamankan di Polresta Palembang, salah satu tersangka yakni AR mengaku, aksi begal yang mereka lakukan terjadi di seputan Jalan Brigjen Hasan Kasim Bukit Sangkal Kalidoni Palembang.

 

Saat korban tengah mengendarai sepeda motor melintasi lokasi kejadian. Waktu itu, kami yang sedang berbonceng tiga dengan satu motor melihat korban lewat.

 

Teman saya tersangka RK berinisiatif mengajak saya dan tersangka SD untuk membegal korban. Tersangka RK yang sebelumnya sudah membawa parang di dalam jok motor lantas mengejar dan memepet sepeda motor korban, katanya.

 

Dilanjutkan tersangka, setelah memberhentikan sepeda motor korban ia dan kedua rekannya langsung merampas kunci motor dan memerintahkan korban untuk turun dari atas sepeda motor.

 

Korban melawan Pak, sehingga RK geram dan langsung melayangkan parang ke arah korban, setelah korban terkapar, kami bertiga langsung kabur dengan membawa sepeda motor dan HP milik korban. Usai kejadian saya tidak tahu, tapi dari pemberitaan di media jika korban mengalami putus jari dan bagian kepalanya sobek akibat sabetan parang tersebut, terangnya.

 

Sementaran tersangka RK enggan disebut sebagai otak dalam aksi pembegalan yang ia lakukan bersama dua tersangka lainya. Karena menurutnya, aksi begal itu spontan dilakukan saat melihat korban melintas di hadapan mereka.

 

Bukan saya otaknya Pak. Setelah sepeda motor korban kami larikan, motor tersebut kami titipkan sementara di warnet yang berada tak jauh dari lokasi, tempat biasa kami nongkrong. Bahkan sepeda motor itu belum sempat dijual, karena terlebih dulu ditangkap polisi, kata oknum pelajar ini.

 

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Ranmor, Ipdu Mardanus membenarkan jika pihaknya telah meringkus tiga tersangka begal dengan menodongkan parang ke arah korbannya.

 

Dikatakannya, polisi berhasil menangkap para tersangka setelah melakukan penyelidikan dari keterangan sejumlah saksi dan korban pembegalan tersebut. Sebelum dilakukan penangkapan, indentitas para tersangka sudah dikantongi.

 

Dari tangan para tersangka kita juga berhasil menyita barang bukti berupa, parang yang digunakan tersangka dalam melancarkan aksinya, tandasnya.

SHARE