Home Informasi Berkala Tidak Terima Dengan Apa Yang Dilakukan Sang Suami Untuk Kesekian Kalinya Kemudian...

Tidak Terima Dengan Apa Yang Dilakukan Sang Suami Untuk Kesekian Kalinya Kemudian Melaporkan Pelaku Ke Polres Prabumulih

0
Tidak Terima Dengan Apa Yang Dilakukan Sang Suami Untuk Kesekian Kalinya Kemudian Melaporkan Pelaku Ke Polres Prabumulih

Polda Sumsel – Aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi di kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Kali ini seorang ibu beranak tiga berinisial AP (29), warga Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih yang menjadi korban KDRT suami AM Alias UJ.

 

Akibat kekerasan yang dialaminya itu, ibu rumah tangga yang sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu mengalami sejumlah luka lebam di bagian hidung hingga mengeluarkan darah, mulut, muka dan badan.

 

Tidak terima dengan apa yang dilakukan sang suami untuk kesekian kalinya itu, AP kemudian melaporkan pelaku AP ke unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Prabumulih.

 

Dalam laporannya dengan nomor LP/B/248/IX/2017/Sumsel/Polres Prabumulih, korban AP mengaku kekerasan yang dialami bermula ketika dirinya berniat menjual tanah yang dibelinya dari hasil kerja sendiri tanpa memberitahu sang suami. Korban hendak menjual tanah karena untuk keperluan membayar sekolah anaknya dan tidak memberitahu sang suami lantaran khawatir dipakai untuk modal jualan pakan burung.

 

Tanah kavlingan yang hendak dijual itu berada di kawasan Beringin Kecamantan Lubai Kabupaten Muaraenim. Singkat cerita setelah ditawarkan ke beberapa calon pembeli, pada Minggu (17-9-2017) lalu, korban AP mendapat telpon dari pria yang berniat membeli tanah.

 

AP yang khawatir niatnya diketahui suami lalu bersembunyi di kamar sang adik ketika menelpon. Ketika tengah asik tawar menawar harga, sang suami tiba-tiba pulang dan mencari korban.

 

Setelah mencari ternyata pelaku mendapati istrinya tengah asik menelpon calon pembeli tanah di kamar adiknya. Pelaku yang mengintip dan mendengar istrinya menelpon pria kemudian naik pitam dan masuk kamar dengan merebut handphone AP.

 

Pelaku lalu menuduh istrinya berselingkuh, lalu karena terdesak AP mengakui jika hendak menjual tanah dan yang menelpon adalah calon pembeli.

 

Mendengar itu pelaku makin marah dan kesal mengapa AP tidak memberitahu hingga cekcok mulut terjadi antara keduanya. Pelaku yang kesal dengan istri kemudian memukuli sang istri hingga lebam di beberapa bagian tubuh dan hidung mengeluarkan darah. Usai menganiaya sang istri, pelaku lalu meninggalkan AP dalam keadaan tak berdaya.

 

Keluarga yang mengetahui kejadian lalu membantu AP dan menbawanya ke rumah sakit guna menjalani perawatan. Tidak terima dengan apa yang dilakukan sang suami, AP lalu melaporkan kejadian dialaminya ke Mapolres Prabumulih.

 

Saya sudah sering kena pukul, kali ini saya sudah tidak tahan lagi. Lebih baik kami cerai dan dia masuk penjara, ungkap AP dihadapan petugas ketika melapor.

 

AP mengatakan, selama ini suaminya hanya sibuk mengurus usaha penjualan pakan burung miliknya tanpa mempedulikan memenuhi kebutuhan hidup istri dan anak maupun keperluan bayaran sekolah anak.

 

Saya memenuhi kebutuhan sendiri dengan menjadi pembantu rumah tangga, saya kesal selalu dianiaya, kalau selama ini kasian sama anak sekarang saya sudah nyerah.

 

Saya tidak beritahu mau jual tanah karena kalau dia tahu pasti uang hasil jual akan dihabiskan untuk modal jualan yang tidak tau hasilnya kemana, bebernya seraya mengatakan sudah 15 tahun nikah dengan terlapor.

 

Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto SH melalui Kanit PPA, Ipda Usmantoro membenarkan adanya laporan korban tersebut. Laporan telah kami terima dan kasus ini akan segera ditindaklanjuti, tegasnya.

SHARE