Home Informasi Setiap saat Warga Medan Tembung Heboh, Pos Kamling Dibakar Seorang Pria

Warga Medan Tembung Heboh, Pos Kamling Dibakar Seorang Pria

0

Barang-bukti sepedamotor, AC dan TV yang terbakar di dalam Pos Kamling diamankan di Polsek Percut Sei Tuan, Senin (9/10).
Seorang pria berinisial Mar (65) membakar Pos Kamling di Jalan Kapten Jamil Lubis Komplek TVRI, Kecamatan Medan Tembung, Senin (9/10) sekira pukul 05.00 WIB. Akibat kejadian itu, penjaga malam bernama Ulis (40) terbakar di dalam pos namun nyawanya selamat. Sedangkan sepedamotor, AC dan TV di dalam pos hangus terbakar.

Sebelum kejadian, Ulis sedang tertidur pulas di dalam Pos Kamling berukuran 2×1 meter itu. Tiba-tiba, Mar yang menenteng botol plastik air kemasan berisi minyak bensin muncul dan membuka pintu pos. Selanjutnya pelaku menyiramkan minyak ke tubuh Ulis serta barang-barang di dalam pos.

Mar keluar dan menutup pintu pos, kemudian memasukkan paku ke engsel pintu supaya Ulis tak bisa keluar. Setelah itu pelaku menyalakan mancis dan membakar bensin dari luar pos. Seketika itu api berkobar dan Ulis terbangun dan menjerit minta tolong. Tak lama warga sekitar memadati lokasi dan mendobrak pintu pos.

Selanjutnya warga menyelamatkan Ulis. Tak lama personil Polsek Percut Seituan yang mendapat informasi dari masyarakat, tiba di lokasi. Barang-barang yang terbakar kemudian dibawa warga ke Mako Polsek Percut Seituan guna dijadikan barang-bukti. Sedangkan Mar diciduk dan digelandang ke Mako guna diproses lebih lanjut.

Sejumlah warga yang mendampingi Ulis membuat laporan di kantor polisi mengungkapkan, aksi teror yang dilakukan pelaku sudah 3 kali dilakukan dalam tahun 2017 ini. Aksi teror pertama belum lama ini, Mar melilitkan ban dalam sepedamotor ke pagar rumah milik seorang warga bernama Rudi (46), lalu membakarnya.

Sedangkan teror kedua, pelaku menenteng kayu yang ujungnya sudah dibakar, lalu masuk ke rumah Rudi. Saat itu Rudi sedang tidur-tiduran di sofa ruang tamunya, tiba-tiba Mar berupaya membakar kemaluan Rudi. Namun Rudi mengelak, sehingga kedua pahanya terbakar. Dengan spontan Rudi memukul wajah Mar. Pelaku kemudian melapor ke polisi dan akhirnya kedua belah pihak berdamai. Teror yang ketiga adalah aksi pembakaran Pos Kamling itu.

Warga mengungkapkan, pemicu teror tersebut berawal saat Mar mendatangi Jalan Kapten Jamil Lubis Komplek TVRI. Ia melihat sebidang tanah kosong, dan meminta, supaya ia bisa membuat gubuk-gubuk untuk tempat tinggal dan warga mengizinkan.

Belum lama ini, warga menjual tanah tersebut kepada Rudi dan Mar diminta untuk pindah. Namun pelaku tidak mau pindah dari lokasi, sebelum Rudi mengganti HP miliknya yang hilang di pondok tersebut. Diduga hal itulah pemicunya Mar selalu melakukan teror.

Kapolsek Percut Seituan Kompol Pardamean Hutahaean SH SIK didampingi Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba SH mengatakan, saat ini pelaku masih dimintai keterangannya. Sedangkan warga yang berada di dalam Pos Kamling sudah membuat laporan.

SHARE