Home Informasi Serta Merta Antisipasi Longsor Alat Berat Siap Siaga

Antisipasi Longsor Alat Berat Siap Siaga

0

Arus lalu lintas wilayah perbatasan Karo-Dairi lancar, namun tetap waspada karena ancaman longsor bisa terjadi, Minggu (12/11).

Mengantisipasi longsor batu-batuan dan tanah dari tebing pinggir jalan sepanjang 300 meter perbatasan Karo-Dairi, disiagakan sejumlah alat berat di lokasi rawan longsor, ter­masuk para pekerja, meskipun hari libur.

Minggu (12/11), longsor batu-batuan dan tanah dari perbukitan terus terjadi me­nimbun badan jalan meng­aki­batkan arus lalu lintas Ka­banjahe-Sidikalang terganggu dan macet total, hal ini terus diantisipasi. Baik pada hari kerja maupun hari libur.

Hal itu dijelaskan PPK 03 Kabanjahe, Sri Nanda Hasian Harahap melalui Korlap, Freddy Aziz M Siburian, Minggu (12/11) di Kabanjahe.

Aziz Siburian didampingi Simbolon dan Sinaga staf lapangan di perbatasan Karo-Dairi menjelaskan, longsor batu-batuan berikut tanah juga sebagian pohon kayu tidak bisa dihindarkan selama pele­baran jalan dilaksanakan.

Pelebaran jalan serta pem­buatan drainase berikut bebe­rapa beronjong penahan badan jalan long­sor ke jurang di wi­la­yah pintu angin dikerja­kan selama 2017 dengan sum­ber dana dari APBN berkisar Rp15 miliar.

Proyek ini ditangani Satuan Kerja (Satker) Wilayah I Balai Besar Penanganan Jalan Na­sional (BBPJN) km 110-113 perbatasan Karo-Dairi. Tentu selama pekerjaan pengorekan tebing untuk pelebaran jalan, longsor tidak akan bisa dihin­dari.

Karena alat berat tetap kita siap-siagakan di sekitar lokasi pekerjaan. Kapan longsor, alat berat tetap siaga dan mudah-mudahan kemacatan dapat kita minimalisir sedemikian singkat. Masyarakat, khu­susnya para pengemudi truk, angkot dan bus bersabar dan tidak memaksakan kehendak. Kalau terjadi truk atau bus masuk jurang atau tertimbun longsor, pasti yang disalahkan pelaksana proyek. Kesabaran itu sangat diharapkan.

Longsor di lokasi proyek maupun di lokasi per­batasan Karo-Dairi tidak ada. Arus lalu lintas lacar. Sinaga dan Simbolon yang ditemui di lokasi proyek mengatakan, longsor tidak ada dan arus lalu lintas lancar meskipun seba­gian ruas jalan harus dengan sistem buka-tutup, ujarnya di warung kopi di pinggir jalan tengah hutan wilayah pintu angin.

SHARE