Home Informasi Setiap saat Belum Selesai Dibangun, Sudah Jadi bancakan

Belum Selesai Dibangun, Sudah Jadi bancakan

0

Rehab berat pembangunan Pasar Kain atau Pajak Bunga di Jalan Haryono MT, kini pembangunannya belum rampung dan baru mencapai 70 persen, Rabu (1/11).
Pasar kain atau dikenal dengan sebutan Pajak (Pasar) Bunga terletak persis di inti kota di Jalan Haryono MT, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Tebingtinggi yang sedang direhabilitasi berat dan menelan anggaran sebesar Rp35 miliar, kini menjadi bahan pembicaraan para pedagang dan menimbulkan isu tidak sedap.
Walaupun bangunan itu meski belum selesai dikerjakan pihak rekan¬an kontraktor, diduga informasi sudah menjadi bancakan elit penguasa di Kota Tebingtinggi. Karena apa, walau ada warga masyarakat yang berkeinginan untuk mendapatkan kios itu. Tapi tidak bisa memilikinya, karena semua kios telah habis dibagi-bagi.
Saya berniat mendapatkan salah satu kios di pasar kain, apalagi pekerjaan pembangunannya sudah hampir rampung sekitar 70 persen. Tapi, setelah dihubungi pihak yang berwe¬nang. Saya merasa kecewa, karena mendapatkan jawaban semua kios sudah ada pemiliknya, aku Handoko (35) warga Kelurahan Tanjung Maru¬lak, Kecamatan Rambutan, Tebing¬ting¬gi, Rabu (1/11).
Pada awalnya di¬ketahui jumlah kios yang ada keseluruhan nantinya jika sudah selesai mencapai 300 unit. Sebanyak 240 unit di antaranya akan diserahkan kepada pedagang lama. Sementara, sisanya se¬banyak 60 unit lagi diberikan kepada pe¬minat lainnya. Yang sisa 60 unit itulah yang sudah habis, padahal bangunan belum selesai, imbuh Handoko.

Bukan cuma itu, persoalan jumlah kios juga masih simpang siur. Sejumlah pedagang saat dikonfirmasi mengaku total kios hanya 260 unit, sebanyak 240 unit diberikan kepada pedagang lama. Meski, jumlah pedagang yang ada cuma 126 orang. Arti¬nya, banyak unit kios itu yang tidak jelas siapa pemiliknya. Kita menduga ini jadi ajang bancakan pejabat-pe¬jabat di Pemko Tebingtinggi.
Pedagang menyebutkan sudah mendengar adanya sejumlah kios atas nama orang nomor dua di Pemko Te¬bingtinggi, ada pula yang menyebutkan sejumlah pimpinan hingga ketua komisi DPRD juga meminta kios. Bahkan, ada pula pejabat dari berbagai SKPD yang memesan kios untuk mereka. Modusnya, mereka menggunakan pimpinan persatuan pedagang pajak kain ini sebagai pemain lapangan.

Kadis Perdagangan Kota Tebing¬tinggi, Sahnan Hasibuan, SH, MH, mengaku dalam penentuan alokasi kios pasar kain dia berpegang pada Peraturan Wali-kota (Perwa) terkait hal itu. Terserah orang mau bilang apa, saya tahu semua ujung isu itu diarahkan ke saya. Tapi saya punya pegangan Perwa, biar atasan saya yang tentukan. Apakah, saya bermain atau tidak.
Dia malah mengakui, ada skenario yang menggunakan nama Kadis Perdagangan untuk memuluskan maksud mereka menguasai kios pasar kain agar mereka-mereka yang punya kepentingan terlindungi. Saya tegaskan, apa yang ditudingkan kepada saya sudah menjual atau membagi-bagi kios. Itu fitnah, nanti kita buktikan.

SHARE